
Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga Surabaya Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. Humas Unair/Antara
JawaPos.com–Perusahaan farmasi yang bertanggung jawab untuk proses manufakturing masal Vaksin Merah Putih, yakni PT Biotis, menerima sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga Ni Nyoman Tri Puspaningsih seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, sertifikat CPOB merupakan bukti bahwa PT Biotis telah melalui dan memenuhi standar asesmen sebagai perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin Covid-19.
”BPOM sudah memberikan sertifikat CPOB, artinya sudah diakui bahwa PT Biotis itu mampu memproduksi masal Vaksin Merah Putih yang risetnya dilakukan para peneliti Unair,” ujar Ni Nyoman Tri Puspaningsih.
Dia juga mengatakan, asesmen adalah penilaian kelayakan dan standardisasi produksinya keamanan, yakni proses produksi industri harus memenuhi GMP (good manufactoring product). ”Jadi standar internasional sudah dipenuhi dan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti vaksinnya sudah selesai uji klinis, ya langsung diproduksi oleh PT Biotis. Kami sebagai peneliti siap jalan saja,” ucap Ni Nyoman Tri Puspaningsih.
Dengan PT Biotis mendapatkan sertifikat CPOB, menurut dia, pengembangan vaksin yang dilakukan peneliti Unair tinggal setahap lagi. Yakni uji klinis.
Saat ini, kata dia, proses pengembangan vaksin telah melalui tahap uji preklinis dengan uji hewan makaka.
Ni Nyoman Tri Puspaningsih menjelaskan, target dari vaksin itu hampir untuk semua kalangan. Yakni dari anak di atas usia 12 tahun, laki-laki, perempuan, lanjut usia, dan ibu hamil.
Karena itu, lanjut dia, uji hewan makaka pun dilakukan dengan pendekatan kategori sama. Yakni pengujian kepada hewan makaka anak-anak, tua, jantan, betina, dan makaka yang telah hamil.
”Saat ini ada 40 ekor makaka dengan berbagai kategori tersebut yang sedang dalam proses vaksinasi. Sebagian sudah disuntik vaksin dua kali, sebagian masih satu kali. Dari proses ini kami perlu melihat perkembangan dan melakukan analisis,” terang Ni Nyoman Tri Puspaningsih.
Uji preklinis pada hewan makaka tersebut, lanjut dia, setidaknya baru akan rampung pada Oktober. Setelah itu, uji klinis bisa dilakukan.
”Oleh karena itu, sertifikat CPOB untuk PT Biotis merupakan langkah awal menuju proses produksi masal,” ucap Ni Nyoman Tri Puspaningsih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022