Suasana Jalan Embong Malang, Surabaya, pada 1900
JawaPos.com-Warga yang tinggal di Kota Surabaya pasti tidak asing dengan jalan bernama Embong Malang. Jalan ini berada tepat di samping Plaza Tunjungan. Namun, bagaimana sebenarnya sejarah penamaan jalan tersebut.
Akun TikTok @lovesuroboyo mengunggah video tentang sejarah pemberian nama Embong Malang di Surabaya. Alasannya tentu bukan karena banyak warga Kota atau Kabupaten Malang yang mendominasi sebagai penduduk, apalagi karena warganya yang bernasib malang.
Dijelaskan dalam video tersebut bahwa warga Surabaya menyebut kata 'jalan' dalam Bahasa Jawa dengan kata 'Embong', atau dalam Bahasa Belandanya adalah 'Straat'. Dahulu, wilayah dari Kaliasin Pompa dekat Plaza Tunjungan sampai dengan Kedungdoro merupakan lahan kosong dan area pemakaman khusus warga Tionghoa.
Tidak dijelaskan secara rinci dalam video itu bagaimana nasib area pemakamannya. Namun pada lahan kosong tersebut ditemukan jalan setapak yang semakin lama berubah menjadi jalan makadam. Dilansir dari Wikipedia, makadam sendiri memiliki pengertian jenis konstruksi di mana batu yang dihancurkan ditempatkan pada lapisan cembung yang dangkal dan dipadatkan secara menyeluruh.
Kemudian, dikarenakan jalan tersebut berada dalam posisi diagonal atau membentuk sudut jika dibandingkan dengan Jalan Toendjoengan (dalam ejaan sekarang 'Tunjungan'), akhirnya warga Surabaya menyebutnya 'melintang' atau 'malang' dalam Bahasa Jawanya. Dan saat ini jadilah jalan tersebut bernama Embong Malang. Kesimpulannya, pemberian nama Embong Malang tersebut karena jalannya melintang.
Selain jalan Embong Malang, beberapa nama jalan lain di Surabaya juga banyak diawali dengan kata 'Embong’, contohnya 'Embong Kemiri' karena di daerah tersebut dahulunya banyak pohon kemiri. Alasan serupa untuk 'Embong Gayam', karena dahulunya di daerah tersebut banyak ditanami pohon Gayam.
Lalu 'Embong Sawo' karena banyak pohon sawo kecik. 'Embong Wungu' karena dahulu rumah di daerah tersebut banyak di cat berwarna ungu. Dan yang terakhir 'Embong Macan', namun saat ini sudah berganti nama menjadi jalan Panglima Sudirman. Konon, dahulunya di daerah tersebut ada seorang Belanda yang memelihara macan di rumahnya.
Akun TikTok @lovesuroboyo tidak lupa turut menyertakan foto peta Surabaya tempo dulu dalam video nya, serta mencantumkan sumber literasinya yang diambil dari buku Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
