
KEMARAU PANJANG: Petugas BPBD Gresik saat mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.
JawaPos.com– Musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir tahun. Sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik telah melaporkan adanya kekeringan hingga mengakibatkan krisis air bersih. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) pun terus mendapat pengajuan permintaan air bersih.
Sebagaimana diketahui, kemarau panjang di wilayah Gresik berdampak pada mengeringnya sumber air di desa-desa. Mulai sumur, waduk, hingga sungai. Bahkan, Waduk Bunder yang tergolong besar mengering. Debit air di Waduk Bunder sedikit.
BPBD Pemkab Gresik mencatat, sudah ada 148 tangki air bersih yang didistribusikan ke desa-desa. Total ada 31 desa di delapan kecamatan yang menerima air bersih tersebut.
Yakni, Kecamatan Kedamean, Duduksampeyan, Panceng, Driyorejo, Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Kecamatan Bungah.
’’Kali ini memang cuaca sangat panas dan kemarau berlangsung lebih lama. Karena itu, banyak desa yang mengajukan permintaan air bersih,” ucap Kepala BPBD Pemkab Gresik Darmawan kemarin.
Dia menyebutkan, air bersih itu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sebab, tambah Darmawan, sudah tidak ada lagi sumber air di desa-desa. Kalaupun masih ada, kualitas airnya sangat buruk.
Jika tidak segera turun hujan, ujar Darmawan, krisis air bersih dampak dari kekeringan itu diprediksi meluas. Sebab, berdasar pemetaan BPBD, terdapat 54 desa di 11 kecamatan yang memiliki risiko tinggi kekeringan. Namun, sejauh ini desa-desa itu belum masuk daftar terdampak krisis air bersih.
Meski sudah banyak air bersih yang terdistribusi, menurut Darmawan, permintaan air bersih terus berdatangan. Namun, pihaknya akan mendistribusikan air secara bertahap.
’’Sampai sekarang, permintaan air terus masuk ke BPBD. Kami tetap distribusi secara bertahap,” lanjutnya.
Pada September, permintaan air bersih tercatat naik signifikan jika dibandingkan pada Agustus yang hanya 19 desa di tujuh kecamatan. Hingga akhir September, sudah ada 31 desa di delapan kecamatan.
’’Memang sudah meluas jika dibandingkan pada Agustus lalu. Permintaan masih banyak,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi krisis air bersih itu, BPBD telah menyiapkan 600 tangki air bersih yang siap dikirimkan ke desa-desa. Pihaknya meminta desa melapor ke BPBD atau melalui kecamatan apabila membutuhkan air bersih. (son/c12/diq)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022