
JALAN DAN PERUMAHAN TERGENANG: Tim BPBD Jawa Timur mengevakuasi warga terdampak banjir di Pepelegi, Waru, Sidoarjo, kemarin (7/2).
JawaPos.com – Ada yang terpaksa menuntun sepeda motornya karena mogok. Ada pula yang menunggu jemputan keluarga atau ojek daring.
Banjir setinggi setengah meter di Jalan Raya Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), kemarin (7/2) menjadi penyebab. Akses warga pun jadi sulit.
Nurul Huda, warga Pepelegi, Waru, misalnya, bersama anak perempuannya harus naik perahu karet tim BPBD Jatim dulu. Setelah itu lanjut naik bak terbuka, juga milik BPBD Jatim, sebelum diturunkan di drop point di Jalan Raya Waru. Baru kemudian dia melanjutkan perjalanan sendiri untuk mengantarkan sang anak ke rumah saudara. Di rumah saudara di Sidoarjo itu, sang istri sudah lebih dulu mengungsi beberapa jam sebelumnya setelah subuh.
”Rumah saya di Perumahan Pepelegi Indah sana, itu sudah sedengkul. Di dalam rumah sudah semata kaki,” ucap pria 45 tahun tersebut kemarin.
Nurul dan sang anak dijemput bareng warga lainnya. Banyak di antaranya yang kemudian berangkat ngantor. ”Sampai depan perumahan nunggu mobil bak BPBD,” ujarnya.
Bukan hanya Nurul Huda yang harus mengungsi akibat luapan air banjir sampai masuk rumah. Warga Pepelegi lainnya, Siti Fatima, 57, mengaku juga harus menaiki perahu karet dan mobil angkutan untuk bisa dijemput anaknya di Jalan Raya Waru. ”Di dalam rumah saya itu (tinggi air, Red) 15 sentimeter ada,” katanya.
TERDAMPAK AIR BAH: Warga mengantre makanan di posko Waru, Sidoarjo. Banjir melanda sepuluh desa di Kecamatan Waru.
Hujan dengan intensitas deras dan waktu yang lama sejak Selasa (6/2) sore, menurut Siti, membuat luapan air bah makin meninggi hingga masuk rumah. ”Saya gak bisa tidur semalam karena awalnya yang hanya di luar naik sampai masuk rumah,” imbuhnya.
Dari pantauan lapangan, hingga pukul 14.00, banjir setinggi sekitar 50 sentimeter di Jalan Raya Pepelegi masih belum juga surut. Banjir menggenangi sepanjang 500 meter lebih jalan utama kawasan tersebut.
Beberapa perumahan serta perkampungan warga juga masih tergenang. Beberapa warga memilih mengungsi ke posko yang disediakan BPBD Jatim dan Pemkab Sidoarjo. Tapi, ada juga yang masih bertahan di rumah.
Wakil Bupati Sidoarjo Subandi kemarin juga meninjau langsung banjir di Pepelegi. Dia mengatakan bahwa penyediaan posko untuk pengungsian, kesehatan, serta dapur umum sudah disiapkan. ”Ada beberapa posko di tiap desa untuk menampung warga,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya turun langsung untuk mengecek kondisi sungai dan mencari tahu penyebab banjir. ”Kedalaman di Waru ini beragam. Ada yang 20 sentimeter di sisi timur. Kalau Waru sisi barat masih tinggi, hampir 50 sentimeter,” imbuhnya.
Subandi memastikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan bergerak cepat menangani banjir yang terjadi pada sepuluh desa di Kecamatan Waru itu. (eza/c9/ttg)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
