Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Desember 2024 | 00.18 WIB

Bukan Kecelakaan, Tren Penyakit saat Nataru Ternyata Penyakit Metabolik dan Penyakit Dalam Dominasi Pasien IGD 

Situasi IGD RSUD Dr. Soetomo dengan tren penyakit metabolik saat Nataru. (Juliana Christy/Jawa Pos). - Image

Situasi IGD RSUD Dr. Soetomo dengan tren penyakit metabolik saat Nataru. (Juliana Christy/Jawa Pos).

 
JawaPos.com – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sering kali diprediksi akan meningkatkan jumlah kecelakaan dan kasus trauma. Namun, tren kunjungan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Soetomo menunjukkan hal yang berbeda. Pada periode Nataru, kasus yang paling sering ditemukan justru penyakit metabolik dan penyakit dalam, bukan kecelakaan atau bedah.
 
Kepala IGD RSUD Dr Soetomo dr M. Hardian Basuki menjelaskan bahwa penyakit-penyakit seperti pneumonia, hipertensi, diabetes, dan gangguan pencernaan mendominasi kunjungan pasien ke IGD selama Nataru. “Meskipun kami siap untuk menghadapi segala jenis kasus, ternyata tren yang terjadi lebih banyak pada kasus medis daripada trauma,” ujar Hardian di Surabaya, Selasa (24/12).
 
Data tahun lalu menunjukkan bahwa penyakit metabolik, seperti hipertensi dan diabetes, banyak ditemukan pada pasien yang kondisi kesehatannya memburuk selama masa liburan. Kondisi ini biasanya diperburuk oleh pola makan yang tidak terkontrol dan perubahan gaya hidup yang sering terjadi pada liburan. Selain itu, gangguan pernapasan dan infeksi saluran pencernaan juga menjadi kasus yang sering dirawat di IGD. “Kasus-kasus ini sering muncul sebagai akibat dari pola makan yang tidak sehat dan perubahan aktivitas fisik selama libur,” tambahnya.
 
Rujukan pasien dari luar kota juga meningkat selama Nataru, dengan banyak wisatawan yang membutuhkan perawatan medis darurat. Namun, meskipun ada peningkatan kunjungan, kasus trauma atau kecelakaan relatif lebih sedikit dibandingkan dengan penyakit dalam. “Pada tahun lalu, 20 rujukan terbanyak berasal dari kasus medis, termasuk gangguan paru, pencernaan, kanker, infeksi saluran napas, dan sirosis,” jelas Hardian.
 
 
RSUD Dr. Soetomo juga telah menyiapkan fasilitas khusus seperti NICU dan PICU untuk mengantisipasi lonjakan pasien anak-anak, yang biasanya mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya. Meski demikian, sebagian besar pasien yang dirawat adalah orang dewasa dengan penyakit metabolik atau penyakit dalam yang lebih sering terjadi pada usia lanjut.
 
Menghadapi tren ini, Hardian mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan dan kesehatan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. "Kami berharap masyarakat bisa menjaga kesehatannya dengan baik dan menghindari aktivitas berisiko agar tidak memperburuk kondisi medis yang sudah ada," pungkasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore