Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 04.37 WIB

Tidak Temukan Petunjuk! Pencarian Bocah 3,5 Tahun yang Hilang di Surabaya Tak Ada Hasil sampai Hari Ketiga

Operasi pencarian hari ketiga seorang balita MR berusia 3,5 tahun yang hilang terbawa arus, Kamis (26/12). (Dokumen Tim SAR Kota Surabaya) - Image

Operasi pencarian hari ketiga seorang balita MR berusia 3,5 tahun yang hilang terbawa arus, Kamis (26/12). (Dokumen Tim SAR Kota Surabaya)

 
JawaPos.com - Keberadaan seorang balita MR berusia 3,5 Tahun yang hilang, setelah terperosok ke dalam selokan dan terbawa arus di Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya pada Selasa (24/12), masih menjadi tanda tanya.
 
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Satpol PP, hingga relawan pun telah berupaya mencari keberadaan sang balita selama tiga hari berturut-turut.
 
"Hasil untuk hari ini, hari ketiga, masih nihil. Belum ada tanda-tanda dari keberadaan korban," ujar Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kota Surabaya, Didit Arie Ristandy di Posko Pencarian Perumahan Royal Residence, Kamis (26/12].
 
Operasi pencarian hari ketiga pun dihentikan sementara sekitar pukul 17.00 WIB. Pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (27/12). Didit berharap pada hari keempat, pihaknya menemukan petunjuk.
 
"Mudah-mudahan nantinya di hari keempat, kelima dan seterusnya sampai hari ketujuh. Sebelum hari ketujuh, kami berharap korban sudah ditemukan dalam kondisi apapun," tambahnya.
 
Pada saat operasi pencarian, keluarga korban (ayah asuh) datang ke posko untuk mengetahui perkembangan. Tak sedikit pula warga sekitar yang berkerumun di tepi sungai Makmur, yang menjadi lokasi pencarian.
 
 
"Karena tuntutan dari warga terutama keluarga yang terkena musibah. Mereka meminta kepada kita, agar korban bisa ditemukan dalam kondisi apapun. Mudah-mudahan dari izin yang di atas, korban bisa ditemukan segera," tuturnya.
 
Untuk operasi hari keempat, Didit mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperluas area pencarian. Fokusnya adalah sungai setelah jembatan SMPN 34 Surabaya hingga ke Sungai Wonokromo.
 
Hal itu akan dilakukan setelah Tim SAR gabungan berhasil mengatasi halangan eceng gondok, yang menutupi permukaan Sungai Makmur. Rimbunnya eceng gondok ini diakui Didit membuat petugas kesulitan.
 
"Dari hari kedua sampai hari ketiga, fokus supaya gimana caranya menembus banyaknya atau rimbunnya eceng gondok. Kita tadi coba urai dengan ekskavator, bantuan dari Dinas PU (DSDABM)," tukasnya. (*)
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore