
Aksi demontrasi Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi) di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya, Rabu (21/5). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Massa yang tergabung dalam Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi) menggelar demonstrasi damai di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Nomor 110, Surabaya, Rabu (21/5).
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, aksi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Massa yang berpakaian serba hitam itu membawa poster dan spanduk yang berisi keresahan mereka terhadap pencemaran sungai.
Ada yang bertuliskan "Mikroplastik Kali Surabaya Cemari Tubuhmu". Yang lain "Sungai Bukan Tempat Sampah!". Poster bernada satire juga mewarnai aksi. Salah satunya "Isok Ta Kali Surabaya Bebas Dari Mikroplastik".
Massa aksi juga menampilkan visualisasi keresahan mereka, dengan memajang tumpukan sampah plastik yang dikumpulkan dari sungai, lengkap dengan miniatur ikan besar yang mati karena tercemar racun dan mikroplastik.
Koordinator aksi, Manuel Togi Marsahata mengatakan bahwa Akamsi terdiri dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON), AksiBiroe, dan Surabaya River Revolution.
"Aksi ini bukan sekadar orasi, melainkan dilandasi hasil riset, observasi langsung, dan data ilmiah yang menunjukkan bahwa Kali Surabaya berada dalam tahap darurat ekologis," tutur Manuel di sela-sela aksi, Rabu (21/5).
Lebih lanjut, Manuel menjelaskan bahwa aksi hari ini berangkat dari fenomena matinya ikan secara massal di sekitar Kali Surabaya, di mana salah satu penyebabnya adalah pencemaran lingkungan oleh mikroplastik.
Ada enam tuntutan yang disuarakan massa AKAMSI. Salah satunya menuntut Pemprov Jawa Timur untuk memperbaiki fungsi-fungsi ekologis, serta memonitoring kualitas air secara rutin dan transparan.
"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat kalau pengawasan dari pemerintah juga kurang. Itulah yang menyebabkan ikan-ikan akhirnya mati massal," tukas Manuel.
Berikut enam tuntutan Aliansi AKAMSI:
1. Penertiban menyeluruh terhadap semua bangunan ilegal di bantaran Kali Surabaya;
2. Restorasi fungsi ekologis sempadan sungai sebagai zona hijau dan resapan air;
3. Penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu di seluruh desa dalam DAS Kali Surabaya;
4. Monitoring kualitas air secara rutin, dengan publikasi terbuka;
5. Investigasi tuntas terhadap kejadian ikan mati massal dan sumber pencemarnya;

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
