
Viral video pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia. (Tangkapan layar konten Instagram @lovesuroboyo)
JawaPos.com-Video pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) yang mengecam akan melakukan aksi besar-besaran di Balai Kota Surabaya, menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Video berdurasi satu menit itu diunggah ulang (repost) oleh banyak akun media sosial. Salah satunya akun Instagram @aslisuroboyo. Tak sampai 24 jam, video pernyataan FSMI telah ditonton lebih dari 759 ribu kali.
Berikut pernyataan yang disampaikan dalam video viral:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia dengan ini mau memberikan pernyataan sikap kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Surabaya.
Yang di mana permasalahan ini sangat membuat gaduh kota Surabaya dengan statement-statement, dengan viralnya TikTok-TikTok atau viralnya video-video yang beredar di tengah masyarakat terkait masalah jukir liar lah, yang disebut preman lah, terkait masalah UMKM yang ada di kota Surabaya lah.
Jadi kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia akan menggelar aksi demo besar-besaran sebagai bentuk protes nyata terhadap Pemerintah Kota Surabaya.
Jangan hanya menggunakan statement Surabaya gaduh. Yang membuat gaduh adalah Pemerintah Kota Surabaya. Maka dengan ini kami pastikan Senin, 16 Juni 2025 sampai Jumat, 20 Juni 2025, kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia akan melumpuhkan kota Surabaya.
Camkan Itu! Salam settong dhere!
Bukan hanya video pernyataan, surat resmi aksi FSMI di Balai Kota Surabaya juga beredar luas di media sosial. Berdasar data yang diterima JawaPos.com, surat tersebut ditujukan bagi Kapolrestabes Surabaya.
"Kami Forum Solidaritas Madura Indonesia akan menyampaikan aspirasi secara terbuka terkait dugaan ucapan Wali Kota Surabaya yang mencederai seluruh hati masyarakat Suku Madura," tertulis dalam surat tersebut.
Dalam surat yang sama, tertera estimasi massa yang akan mengikuti aksi demonstrasi sekitar 1.000 orang dan membawa lima tuntutan.
1. Meminta Wali Kota Surabaya stop mencederai hati seluruh masyarakat Madura.
2. Stop bikin kegaduhan di Kota Surabaya.
3. Stop membangun penciptaan dan lebih baik membangun Kota Surabaya dari segi pendidikan dan infrastruktur Kota Surabaya.
4. Stop jadi tiktoker dan selebgram.
5. Stop merasa diri sebagai Raja di Kota Surabaya.
Namun, alih-alih mendapat simpati, pernyataan sikap dan rencana Forum Solidaritas Madura Indonesia menggelar aksi besar-besaran justru viral dan menjadi bulan-bulanan warganet di dunia maya.
Tak lama setelah viral di media sosial, Forum Solidaritas Madura Indonesia mengurungkan niat. Aksi besar-besaran selama lima hari yang mereka klaim untuk melumpuhkan Surabaya batal digelar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
