
Ilustrasi anak merasa kedinginan karena bediding. (Freepik)
JawaPos.com-Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Kurnia Dwi Artanti menyoroti fenomena bediding atau udara dingin yang menusuk pada malam hingga pagi hari. Kondisi itu biasa terjadi menjelang musim kemarau.
Fenomena ini tengah melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Surabaya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bediding terjadi hingga September 2025.
“Fenomena bediding ini kondisi yang normal, memang terjadi di musim kemarau. Biasanya terjadi di Juni, Kemudian makin tinggi di Juli dan menurun nanti di Agustus ketika menuju ke musim penghujan,” tutur Kurnia, Rabu (16/7).
Dia menuturkan dalam kondisi bediding, kelembaban akan cenderung menurun, sehingga menyebabkan tubuh terasa kering dan mengalami kehausan berlebih. Hal ini dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
"Kondisi tubuh yang tidak bugar berpotensi memperparah gangguan ini. Tenggorokan yang ga enak berdampaknya ke radang tenggorokan. Kalau radang saja itu kan proses inflamasi," imbuh Kurnia Dwi Artanti.
Namun jika tubuh sedang tidak fit, kemudian terpapar bakteri saat bediding, akan berisiko pada infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Gejalanya berupa batuk dan dahak kekuningan sebagai tanda infeksi.
Bediding juga bisa menyebabkan kulit kering. Karena itu, Kurnia menyarankan penggunaan pelembab dan mencukupi asupan air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan kelembapan kulit tetap terjaga.
“Kalau misalkan normalnya untuk berat badan 50 kg butuh 2 liter. Bisa ditambah dengan vitamin yang bagus untuk kulit, seperti vitamin A, C, dan E. Kalau untuk menjaga imunitas bisa ditambah dengan vitamin D,” terang Kurnia.
Meski begitu, Kurnia menegaskan masyarakat tak perlu panik menghadapi bediding. Tetap waspada dengan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan selama peralihan musim kemarau.
“Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, yang penting selalu waspada. Asalkan kita melakukan upaya preventif dan proteksi pribadi. Jangan lupa minum air yang cukup, konsumsi buah dan sayur, serta vitamin tambahan," tukas Kurnia.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
