Sepekan Pasca Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Rubuh: 54 Meninggal Dunia, 104 Selamat. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Operasi SAR bencana non alam runtuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo resmi dihentikan atau ditutup pada Selasa (7/10).
Penutupan ini disampaikan oleh Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, yang juga bertindak sebagai SAR Coordinator dalam konferensi penutupan SAR di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.
"Saya sampaikan bahwa apa yang kita tutup pada hari ini, Selasa, 7 Oktober 2025 sebenarnya di koridor pencarian dan pertolongan (SAR), terkait apa yang nanti ditindaklanjuti, teman-teman bisa monitor perkembangan," tutur Syafii.
Ia mengatakan bahwa kegiatan operasi SAR telah dilaksanakan sejak Senin (29/9), sesaat setelah bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai tempat ibadah di Ponpes Al Khoziny, tiba-tiba ambruk sekitar pukul 15.35 WIB.
"Dan hari ini masuk di hari sembilan, kita telah menyelesaikan pelaksanaan pencarian dan pertolongan terhadap korban, kita juga telah memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh," imbuhnya.
Selama lebih dari sepekan berjibaku mencari dan mengevakuasi korban yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan, jerih payah tim SAR gabungan membuahkan hasil. Sebanyak 171 korban berhasil dievakuasi.
Dari jumlah tersebut, 104 korban dinyatakan selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 7 bagian tubuh atau body part. Dari jumlah korban meninggal dunia, 62 kantong jenazah dikirim ke RS Bhayangkara.
Di sana, jenazah korban diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Hingga Selasa siang (7/10) pukul 14.25 WIB, dari 62 kantong jenazah yang diterima, 12 jenazah berhasil diidentifikasi.
Kemudian, pada tiga hari pertama operasi SAR, 5 korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dilarikan ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dengan begitu, total korban meninggal dunia yang teridentifikasi berjumlah 17 orang.
Berikut identitas 17 korban meninggal dunia dalam tragedi rubuhnya Ponpes Al Khoziny, data per Selasa (7/10):
1. Maulana Alfan Ibrahimavic, 15 tahun, warga Bangkalan yang berdomisili di Pabean Cantikan, Surabaya. Ditemukan Senin (29/9)
2. Mochammad Mashudulhaq, 14 tahun, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Ditemukan Selasa (30/9)
3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Ditemukan Selasa (30/9)
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17 tahun, warga Putat Jaya, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10)
5. Moch Agus Ubaidillah, 14 tahun, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
