Mekanik memperbaiki motor brebet di bengkel di Nginden Surabaya, diduga usai isi pertalite. pertamina Patra Niaga menambah posko aduan motor brebet jadi 17 titik se-Jatim. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Belakangan, fenomena motor tiba-tiba mogok atau brebet setelah mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) di sejumlah daerah di Jawa Timur, menjadi buah bibir di masyarakat.
Menurut Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Ilyas Sofana, penyebab performa mesin kendaraan menurun seperti gejala brebet, tidak melulu karena tangki bahan bakar.
Lantas, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:
Ilyas menilai penyebab utama motor brebet sering kali berasal dari bahan bakar dengan kualitas rendah, sehingga proses pembakaran tidak berjalan sempurna.
“Sebelum masuk ruang bakar, BBM yang kotor dapat menyumbat injektor akibat inkonsistensi densitas dan viskositas. Akibatnya, aliran bahan bakar tersendat dan muncul gejala brebet,” tutur Ilyas di Surabaya, Jumat (31/10).
Selain itu, proses pembakaran yang tidak sempurna juga bisa menimbulkan endapan pada elektroda busi. Jika busi kotor dibiarkan, maka percikan api bisa melemah.
“Busi adalah pemantik utama api. Jika tertutup deposit hasil pembakaran, motor bisa makin brebet,” imbuhnya.
Tidak semata-mata karena bahan bakar, Ilyas menyebut gejala brebet pada motor juga bisa disebabkan oleh sistem pengapian yang abnormal.
“Keduanya saling berhubungan. Sistem pengapian yang abnormal bisa jadi disebabkan oleh bahan bakar yang tak sesuai standar. Jika BBM yang digunakan sesuai manual book kendaraan, keausan komponen pengapian bisa diminimalkan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ilyas menyarankan pengguna kendaraan untuk membeli bensin dengan Research Octane Number (RON), sesuai rekomendasi di manual book.
“Kalau di manual book tertulis RON 90, jangan dipaksa pakai RON 92. RON yang tinggi bisa membuat pembakaran tidak sempurna, menimbulkan jelaga karbon, deposit pada busi, hingga emisi gas buang,” tegas Ilyas.
Untuk mendeteksi penyebabnya, dengarkan apakah brebet terjadi saat motor diam (idle) atau saat digas. Pada motor injeksi, pemeriksaan bisa dilakukan dengan scan tools untuk membaca kode kerusakan.
Sementara untuk motor karburator, pengecekan dilakukan secara manual pada busi, filter bensin, dan saluran bahan bakar.
“Setelah semua normal, bisa coba ganti BBM dengan kualitas lebih baik. Bisa dengan RON lebih tinggi atau tetap sama tapi beda merek,” terang Sekretaris Prodi Teknik Mesin UM Surabaya tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
