
Room tour Peresmian SPPG Surabaya Gubeng Mojo 3 bersama stakeholder wilayah Mojo Gubeng. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Pembukaan dapur SPPG Surabaya Gubeng Mojo 3 untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadirkan cerita menarik dari balik proses penyediaan makanan sehat bagi anak-anak sekolah. Gilang Putra, Kepala SPPG Surabaya Gubeng Mojo 3, menegaskan komitmennya menjaga keamanan makanan hingga pengolahan limbah agar semua berjalan transparan dan bertanggung jawab.
Dapur yang berlokasi di Jl. Mojoklanggru Kidul No. 66 itu resmi beroperasi pada Jumat, 5 Desember 2025, dan langsung menjadi pusat perhatian warga sekitar.
Para petugas dapur, perwakilan sekolah, dan perangkat lingkungan ikut menyaksikan bagaimana dapur baru ini diproyeksikan menjadi salah satu unit andalan penyedia masakan bergizi di Surabaya.
Sejak awal, Gilang menekankan dapurnya tidak hanya fokus memasak, tetapi juga mencermati pola konsumsi anak-anak melalui pendekatan berbasis data.
Ia menjelaskan proses pemantauan dilakukan lewat penimbangan sisa makanan yang menjadi indikator efektif atau tidaknya suatu menu.
“Kita mungkin dari awal kita akan memberikan menu-menu ke murid itu tadi,” ujar Gilang saat pembukaan, Jumat (5/12/2025). “Kita awal kan kita enggak tahu untuk kesukaan murid itu bagaimana.”
Dari hasil penimbangan limbah itulah tim dapur mendapatkan gambaran lengkap tentang menu yang disukai maupun kurang diminati. Gilang memastikan evaluasi berjalan setiap hari agar perubahan menu dapat segera disesuaikan.
“Kita data, nanti kita evaluasi dari awal hingga akhir, sampai limbahnya kita setiap makanan pokok itu kita timbang,” tuturnya. “Yang mana kita buat bahan evaluasi dari menu tersebut.”
Ia menambahkan mekanisme evaluasi itu akan terus dilakukan seiring berjalannya waktu. Gilang menyebut dapur akan menilai menu mana yang habis dan mana yang menyisakan banyak limbah untuk kemudian diperbaiki.
“Ya mungkin nanti kita dari berjalannya, berjalannya seiring, berjalannya waktu, nanti kita akan evaluasi dan menilai,” katanya.
“Menu mana yang sekiranya dimakan, yang habis, dan yang tidak dimakan, nanti kita tahu dari limbah tersebut.”
Gilang mengungkap dapurnya sudah menyiapkan siklus menu selama 12 hari untuk memastikan variasi hidangan tetap menarik bagi anak-anak.
Namun ia menegaskan perubahan tetap mungkin dilakukan jika temuan di lapangan membuat siklus itu perlu disesuaikan.
“Iya, ganti menunya tiap hari, Pak,” ucapnya. “Untuk menu kita, siklusnya, kita sudah membuat menu itu dalam 12 hari.”
Ia menjelaskan penyusunan menu tersebut telah dilakukan jauh sebelum operasional dapur dimulai. Seluruh perencanaan dibuat agar dapur siap sejak hari pertama tanpa harus melakukan improvisasi mendadak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
