
Nenek Elina setelah memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Rabu (14/1). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur kembali memeriksa Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, terkait laporan dugaan pemalsuan dokumen tanah, Rabu (14/1).
Didampingi keluarga dan kuasa hukumnya, Nenek Elina memenuhi panggilan penyidik. Ia tiba di Mapolda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung memasuki ruang pemeriksaan.
Nenek Elina diperiksa selama kurang lebih 3,5 jam dan baru keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 14.00 WIB. Kuasa hukum Nenek Elina, Wellem Mintaraja menyebut kliennya digelar 48 pertanyaan oleh penyidik.
“Pertanyaannya seputar sejak kapan Bu Elina tinggal di lokasi tersebut, sejak tahun berapa. Tadi dijelaskan bahwa nenek sudah tinggal di situ sejak tahun 2011,” tutur Wellem di Mapolda Jatim, Rabu (14/1).
Penyidik juga menanyakan apakah ada keberatan pihak lain selama Nenek Elina menempati rumah tersebut. Nenek berusia 80 tahun itu menegaskan sejak tinggal pada 2011, tak ada komplain dari pihak ketiga.
“Bahkan ada keluarga yang lahir dan besar di situ. Jadi selama bertahun-tahun tidak pernah ada komplain sama sekali. Ditanyakan surat keterangan tanah terbaru juga, yang diterbitkan tahun 2025 oleh kelurahan,” imbuhnya.
Saat ditanya soal unsur pemalsuan, kuasa hukum menyebut penyidik sempat menyinggung dugaan tersebut. Namun pihaknya menegaskan belum dapat menyimpulkan apa pun dari pemeriksaan.
“Kalau soal pemalsuan, itu bukan ranah kami untuk menyimpulkan. Nenek (Elina) hanya menjawab sesuai yang diketahui dan dialami,” tegas Willem.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik juga menyinggung soal akta jual beli yang menjadi bagian dari laporan. Nenek Elina diminta menjelaskan mengenai dokumen tersebut serta kronologi peristiwa yang berkaitan.
“Ditanya juga tentang sejak kapan Nenek Elina mengenal pihak yang terlibat dalam perkara. Pertanyaannya jelas, kenal sejak kapan. Jawabannya (Nenek Elina) sejak Agustus 2025,” seru Willem.
Dalam pemeriksaan tersebut, Nenek Elina menyerahkan sejumlah dokumen pendukung kepada penyidik, meliputi surat keterangan waris, mutasi objek pajak, serta surat keterangan tanah yang diterbitkan kelurahan.
Pihak Nenek Elina menegaskan akan bersikap kooperatif dalam menjalani seluruh proses hukum yang berlaku, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada penyidik Polda Jawa Timur.
Kronologi singkat
Nama Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, masih menjadi perbincangan hangat di publik, setelah peristiwa pengusiran paksa dari rumahnya di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Surabaya, viral di media sosial.
Didampingi kuasa hukum, Nenek Elina membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, yang tercatat dengan nomor LP/B/18/I/2026/SPKT/Polda Jawa Timur, tertanggal 6 Januari 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022