
Ilustrasi anak terpapar konten kekerasan ekstrem. (Freepik)
JawaPos.com - Densus 88 Antiteror Polri mengungkap 11 anak di Jawa Timur terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui konten digital. Temuan ini mendapat perhatian serius Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menilai temuan ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat sistem pencegahan sejak dini.
Langkah itu harus diperkuat melalui pendekatan edukatif, pengawasan yang ketat, serta kolaborasi lintas peran antara sekolah, keluarga, dan pemerintah. Mengingat anak yang terpapar berada di rentang usia 11 hingga 18 tahun.
“Anak-anak kita hari ini hidup dalam ruang digital yang bergerak sangat cepat. Tanpa literasi dan pengawasan yang tepat, mereka rentan terpapar konten berbahaya yang tidak selalu tampak secara kasat mata,” ujarnya, Jumat (16/1).
Dindik Jawa Timur melakukan berbagai langkah strategis antisipatif untuk melindungi anak-anak dari paparan ideologi kekerasan ekstrem. Salah satunya dengan penguatan Literasi Digital Reflektif di Sekolah.
Program ini mendorong SMA, SMK, dan SLB tidak hanya mengajarkan keterampilan digital teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami dampak informasi, serta menahan reaksi emosional terhadap konten provokatif.
"Literasi digital harus menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, bukan sekadar pelajaran tambahan. Penting untuk membangun kesadaran bahwa tidak semua konten layak dipercaya, disebarkan, atau ditiru," imbuhnya.
Upaya lainnya adalah penguatan peran guru BK dan wali kelas sekolah. Mereka lah garda terdepan ketika anak-anak berada di lingkungan sekolah. Dialog terbuka tentang aktivitas digital siswa bisa menjadi langkah deteksi dini.
"Kami (Dinas Pendidikan) menegaskan bahwa sekolah wajib menciptakan lingkungan aman dari ideologi kekerasan, dengan regulasi penggunaan gawai secara bijak di lingkungan sekolah," seru Aries.
Pengawasan anak tidak boleh berhenti di sekolah. Menurut Aries, kolaborasi aktif dengan orang tua juga memiliki peranan penting. Peran orang tua di rumah dalam pendampingan anak juga tak boleh diremehkan.
“Sekolah dan orang tua harus berjalan seiring. Pendidikan digital tidak bisa berhasil tanpa komunikasi yang kuat antara guru dan keluarga. Yang tidak kalah penting adalah melakukan pelaporan berjenjang jika ditemukan indikasi paparan konten ekstrem," tukas Aries. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022