
Pemkot Surabaya bakal menggelar 93 pasar murah untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli warga selama Ramadhan. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Memasuki pekan kedua bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Pemkot Surabaya bakal menggelar 93 titik pasar murah di 31 kecamatan sebagai upaya menjaga daya beli dan menekan lonjakan harga bahan pokok.
Beragam sembako seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, hingga telur akan dijual di bawah harga pasar. Ini kabar yang menggembirakan bagi warga Kota Surabaya untuk berbelanja lebih hemat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 di 31 lokasi dan 5 Maret 2026 di 62 lokasi.
“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi 2 Maret (pukul 07.00 WIB) dan 5 Maret (pukul 08.00 WIB), dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Mia, Minggu (1/3).
Pasar murah bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan potensi inflasi.
“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” imbuhnya.
Komoditas yang paling banyak dicari masih didominasi beras, minyak goreng, dan gula. Telur juga mulai banyak diburu karena meningkatnya kebutuhan untuk membuat kue dan menyiapkan hidangan berbuka puasa.
"Untuk komoditas seperti daging dan cabai itu biasanya lonjakan permintaan terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran, karena kebutuhan rumah tangga yang meningkat," imbuhnya.
Selain kebutuhan masyarakat yang meningkat, Atika menilai kenaikan harga cabai juga seringkali dipengaruhi faktor eksternal, seperti gangguan produksi di daerah penghasil akibat cuaca atau curah hujan tinggi.
Untuk menjaga kondisi tersebut selama Ramadhan, Dinkopumdag memantau harga harian di pasar. Jika terjadi kenaikan signifikan, maka koordinasi segera dilakukan dengan DKPP untuk mencari penyebab dan solusi cepat.
“Pasar murah ini bukan hanya soal harga lebih terjangkau, tapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” tukas Mia Santi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
