
Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA menjelaskan Safari Ramadhan merupakan bagian dari perjalanan spiritual kampus di Hall 2 Graha Widya Bhakti, Kamis (5/2/2026). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Suasana berbeda terasa di lingkungan kampus STIESIA Surabaya pada Kamis sore, 5 Maret 2026. Ratusan siswa SMA dan SMK berkumpul mengikuti Safari Ramadhan yang mengusung tema “Ramadhan Lebih Berarti, Al-Qur’an di Hati.”
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan. STIESIA Surabaya bersama Suara Muslim menghadirkan ruang refleksi spiritual bagi generasi muda agar memaknai bulan suci secara lebih mendalam.
Acara yang berlangsung di Hall 2 Graha Widya Bhakti STIESIA Surabaya itu menghadirkan berbagai narasumber inspiratif.
Di antaranya DR. KH. Khozin Mustafid, S.Ag., M.Pd.I serta Alfan Thoriq yang menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada para peserta.
Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA menjelaskan Safari Ramadhan merupakan bagian dari perjalanan spiritual kampus.
Program ini sengaja dirancang untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan yang memberi makna lebih bagi civitas akademika dan masyarakat.
“Hari ini, STIESIA Surabaya menyelenggarakan Safari Ramadhan. Safari Ramadhan itu menunjukkan sebuah konsep perjalanan spiritual yang dilakukan oleh STIESIA Surabaya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (6/3/2025).
Ia menuturkan kegiatan ini menjadi penyegar di tengah aktivitas akademik yang berlangsung setiap hari. Bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi.
“Perjalanan spiritual ini kami melibatkan beberapa mitra sekolah, baik SMA maupun SMK yang ada di Surabaya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, STIESIA Surabaya berharap para siswa dapat memahami makna Ramadhan secara lebih luas. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki kualitas ibadah.
“Ramadhan atau bulan puasa tidak hanya sekedar menahan dari makan dan minum, haus dan dahaga, tapi juga mereka harus meningkatkan kualitas dari ibadah yang mereka laksanakan selama bulan suci Ramadhan,” jelasnya.
Tema “Ramadhan Lebih Berarti, Al-Qur’an di Hati” dipilih bukan tanpa alasan. Kampus ingin menanamkan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Meningkatkan mutu di bulan suci Ramadhan itu dengan memperbanyak membaca tadarus Al-Qur’an,” tambahnya.
Ia berharap para siswa tidak hanya menjalani puasa secara kuantitas selama satu bulan penuh. Namun juga meningkatkan kualitas ibadah dengan memperbanyak membaca dan memahami kitab suci.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022