Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2026 | 22.40 WIB

Sempat Cekcok, Oknum Tukang Ojek Pangkalan di Surabaya Bacok Temannya Pakai Celurit

ILUSTRASI kekerasan. Seorang pria tega membacok atasannya lantaran tak terima dimutasi. - Image

ILUSTRASI kekerasan. Seorang pria tega membacok atasannya lantaran tak terima dimutasi.

JawaPos.com - Seorang oknum ojek pangkalan di Surabaya berinisial RP, 48 tahun, warga Jalan Karangrejo, ditangkap Polsek Wonokromo seusai membacok temannya sendiri berinisial SB, 53 tahun. 

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya pada Selasa (16/12) lalu. Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Wasito Adi mengatakan tersangka berhasil diamankan setelah dua bulan buron.

"Tersangka ditangkap di rumahnya pada Kamis tanggal 26 Februari 2026 sekira jam 23.00 wib sewaktu di rumahnya," ucap Ipda Wasito, Rabu (11/3). Tersangka dan korban sama-sama berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan.

Insiden ini bermula saat korban berada di pangkalan becak depan salah satu rumah sakit di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Saat itu, tersangka mendatangi korban di pangkalan dengan gestur marah-marah.

Korban menjawab tak usah memperpanjang masalah. Alih-alih mereda, tersangka malah melancarkan pukulan ke wajah korban. "Dia memukul korban menggunakan tangan kanan dan kiri kena bibir bawah," imbuhnya.

Tak tinggal diam, korban membalas pukulan pelaku dengan tangan kosong. Pertengkaran keduanya kemudian dilerai warga yang berada di sekitar lokasi. Setelah itu, pelaku pergi sambil melontarkan ancaman kepada korban.

Sekitar lima menit berselang, pelaku kembali dengan membawa celurit dan mengayunkannya ke arah korban. Korban mencoba menangkis dengan balok kayu, namun terlepas. Saat melarikan diri, korban terjatuh karena panik.

"Pelaku membacok kaki kiri korban sebanyak satu kali, mengakibatkan luka robek panjang sekitar 4 sentimeter dan lebar sekitar 2 sentimeter. Darah pun mengucur deras," terang Ipda Wasito.

Dalam keadaan tergeletak, korban ditolong warga dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, tersangka melarikan diri dan bersembunyi. Bahkan, tersangka kerap pulang diam-diam ke rumah saat malam hari.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 466 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun 10 bulan atau denda maksimal Rp 50 Juta. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore