
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Indra Setiawan/Antara)
JawaPos.com-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Arif Fathoni meminta lokasi titik parkir ditutup jika juru parkir yang menjaga masih menerima pembayaran tunai menyusul Kota Surabaya saat ini memberlakukan digitalisasi parkir.
"Setiap parkir di tepi jalan umum dan tempat usaha atau warung makan tak lagi berlaku pembayaran tunai. Semua harus cashless atau nontunai untuk menekan kebocoran pendapatan parkir dan lebih akuntabel," katanya di Surabaya, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan pemilik usaha harus menumbuhkan kesadaran kolektif mereka untuk melaksanakan kebijakan pemkot dengan baik, bukan hanya juru parkir yang diberi sanksi.
Toni, sapaan Arif Fathoni, meyakini pelaku usaha parkir akan memahami kebijakan parkir nontunai mengingatkan selama ini dari kantong parkir mereka bisa menyekolahkan anak dan mensejahterakan keluarganya.
Menurutnya, program parkir nontunai di Surabaya sudah disosialisasikan April 2026 ini, namun dalam implementasinya di lapangan masih banyak menimbulkan risiko.
Pimpinan DPRD Surabaya menyesali dan mengecam bentuk kekerasan apa pun karena, menurut dia, setiap perubahan kebijakan pasti akan menimbulkan pro dan kontra di lapangan.
Namun sesuai ajaran agama, pilihlah yang madharatnya lebih sedikit, manfaatnya lebih banyak," ujar Toni.
Ia menjelaskan digitalisasi parkir adalah ikhtiar Wali Kota Surabaya untuk mengurai benang kusut perparkiran yang tidak pernah selesai dari kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
