
Ilustrasi pembinaan remaja yang terjaring razia. Kenakalan remaja di Surabaya turun signifikan hingga 80 persen. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Kebijakan penerapan jam malam anak mulai menunjukan hasil. Dalam setahun terakhir, jumlah kasus kenakalan remaja di Kota Surabaya mengalami penurunan hingga 80 persen.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati, menyebut tren kenakalan remaja mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan data hasil kolaborasi dengan Satpol PP, jumlah kasus yang ditangani pada tahun lalu tercatat lebih dari 450 kasus. Sementara pada tahun ini, jumlahnya turun jauh hingga berada di bawah 100 kasus.
“Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan (pada kasus kenakalan remaja di Surabaya), terutama sejak diberlakukannya kebijakan jam malam bagi anak-anak,” tutur Ida pada Selasa (21/4).
Penurutnya, kebijakan jam malam menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kenakalan remaja. Namun, perubahan pendekatan dalam penanganan juga menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Jika sebelumnya anak-anak yang terjaring hanya menjalani konseling singkat di markas Satpol PP sebelum dipulangkan ke orang tuanya, kini Pemkot Surabaya menerapkan model pembinaan yang lebih intensif.
“Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi ada edukasi. Anak-anak kami berikan pemahaman tentang dampak kriminalitas, bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga wawasan kebangsaan,” imbuhnya.
Menurut Ida, remaja yang terlibat minuman keras, tawuran, maupun geng motor kini tidak langsung dipulangkan, melainkan dibina terlebih dahulu di Rumah Aman agar mendapat pendampingan lebih menyeluruh.
Program pembinaan berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Selama periode itu, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan.
“Program ini telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu (2025) dan secara bertahap menunjukkan dampak positif. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di rumah aman kini semakin berkurang," tutur Ida.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022