
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution (tengah) menyampaikan keterangan terkait kasus penipuan SK ASN palsu. (Humas Polres Gresik)
JawaPos.com - AT alias Antoni, 46 tahun, Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu hanya bisa tertunduk malu saat digelandang polisi atas kasus penipuan berkedok SK ASN palsu.
Antoni sempat menjadi buron hingga akhirnya berhasil ditangkap Satreskrim Polres Gresik di tempat persembunyianya di Desa Seluruk, Kecamatan Seruyan, Kalimantan Tengah pada Minggu malam (26/4).
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, membenarkan bahwa tersangka Antoni pernah bekerja sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Namun, ia diberhentikan karena sering bolos kerja.
Dalam melancarkan aksinya, Antoni terbilang cukup rapi. Untuk meyakinkan korban, ia memanfaatkan dua ponsel untuk membuat percakapan palsu, seakan berkomunikasi langsung dengan pejabat di BKPSDM.
Baca Juga:Iran Tuding AS Biang Kegagalan Perundingan Islamabad, Diplomasi Mandek di Tengah Ketegangan Hormuz
"Dokumen SK (Surat Keputusan) yang diberikan menggunakan tulisan tangan dan legalisir palsu yang ia ketik sendiri," tutur AKBP Ramadhan dalam konferensi pers, dikutip dari Jawa Pos Radar Gresik pada Senin (27/4).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, terdapat 14 korban dengan dijanjikan Anton menjadi ASN maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dengan catatan membayar sejumlah uang.
"14 korban tersebut diakui oleh tersangka telah membayar Rp 70 juta hingga Rp 350 juta, sehingga keuntungan yang diraup oleh tersangka (Antoni) sekitar Rp 1,5 miliar," sambungnya.
Kronologi singkat
Kasus SK ASN palsu di lingkungan Pemkab Gresik ini terbongkar setelah seorang perempuan berinisial SE datang ke Kantor Bupati Gresik dengan seragam ASN lengkap, Senin (6/4) lalu.
Bukan cuma SE, setidaknya ada 8 korban lainnya yang juga mendatangi kantor BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Mereka membawa dokumen SK dah mengenakan atribut ASN.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022