
Konferensi pers ungkap kasus penyalahgunaan BBM dan elpiji bersubsidi di Mapolda Jawa Timur, Kamis (30/4). Sebanyak 66 kasus berhasil diungkap dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 7,5 miliar. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam kurun waktu empat bulan, Januari - April 2026, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur berhasil mengungkap 66 kasus penyalahgunaan BBM dan elpiji bersubsidi di daerah tersebut.
Praktik ilegal tersebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp 7,5 miliar. Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M Sihombing menyebut pengungkapan ini merupakan hasil kegiatan rutin polda bersama polres jajaran.
"Di sini, sebanyak 66 kasus yang tertuang di dalam 66 laporan polisi dengan jumlah tersangka 79 orang," tutur Kombes Pol Roy dalam konferensi pers di Mapolda Jatim pada Kamis (30/4).
Selain mengamankan tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa 8.904 liter pertalite dan 17.580 liter solar. Selain itu, diamankan 410 tabung LPG dari berbagai ukuran, termasuk 3 kg, 5 kg, dan 12 kg.
Baca Juga:Persija Makin Percaya Diri! Dony Tri dan Shayne Pattynama Kompak Jaga Fokus di 4 Laga Akhir
Ditreskrimsus Polda Jatim juga mengamankan 50 kendaraan, terdiri dari sepeda motor serta mobil berbagai jenis. Sebagian kendaraan diketahui telah dimodifikasi untuk mendukung aksi ilegal tersebut.
"Jadi untuk kendaraan-kendaraan tersebut ada yang digunakan dan dimodifikasi (oleh tersangka) untuk alat tindak pidana penyalahgunaan BBM dan solar subsidi," sambungnya.
Para tersangka dijerat dengan pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana diubah pasal 40 No. 9 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Mereka terancam hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar. Polisi menyebut praktik ilegal ini menyebabkan potensi kerugian negara sekitar Rp 7.526.090.224 (Rp 7,5 Miliar).
"Agar ada efek jera dari pelaku-pelaku, saya telah memerintahkan seluruh penyidik untuk menelusuri aliran dana hasil penjualan BBM dan elpiji bersubsidi ini serta menerapkan ketentuan tidak pidana pencucian uang," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
