
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh memastikan kasus positif Hantavirus di Kota Pahlawan masih nihil. (Humas Pemkot Surabaya)
“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru, penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya belum ada kasus yang terbukti positif,” tutur Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Kemunculan wabah hantavirus dalam perjalanan kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik merenggut tiga nyawa penumpang. Hal ini memicu kekhawatiran global terhadap penyebaran virus langka tersebut.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebut sepanjang 2024 - 2026, tercatat 251 kasus suspek Hantavirus. Dari jumlah tersebut, 23 orang terkonfirmasi positif tersebar di 9 provinsi, paling banyak di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Kemunculan wabah hantavirus, baru-baru ini menjadi sorotan global setelah tiga penumpang kapal pesial MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik, dilaporkan meninggal dunia karena penyakit zoonosis tersebut.
Meskipun di Surabaya masih nihil, Pemkot melakukan beberapa langkah preventif, seperti pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik (bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat).
"Langkah ini penting untuk mendeteksi lebih dini. Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” lanjut dokter Billy.
Baca Juga:Ramalan 12 Zodiak Kamis 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Emosi Diuji, Banyak Hati Mulai Ikhlas
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Billy menjelaskan gejala Hantavirus menyerupai flu biasa atau common cold, seperti demam, tubuh lemas, dan gangguan gastrointestinal (sistem pencernaan).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun apabila harus beraktivitas, warga diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri.
“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” serunya.
Billy menyebut, sejumlah negara di Eropa juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular (termasuk munculnya wabah Hantavirus) dengan kembali menggunakan alat pelindung diri seperti saat pandemi Covid-19.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
