
Dinas Kesehatan Kota Surabaya masih menunggu hasil uji lab untuk mengetahui penyebab keracunan massal MBG. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan masih menunggu hasil laboratorium sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyebabkan keracunan massal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengatakan tidak ingin berspekusasi terkait penyebab keracunan. Hasil lab diperkirakan keluar pada lima hingga tujuh hari ke depan.
“Masih menunggu hasilnya ya, (diuji) di laboratorium Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari,” ujar dokter Billy dalam keterangannya, Rabu (13/5).
Sebagai informasi, sekitar 200 siswa yang berasal dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan, Surabaya mengalami keracunan setelah menyantap makanan program MBG pada Senin pagi (11/5).
Korban dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur, yakni SPPG Tembok Dukuh di Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Mayoritas korban keracunan program MBG mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare. Dokter Billy mengatakan sejumlah siswa masih dirawat di RSIA IBI Surabaya dan dalam observasi tim medis.
Dinkes Surabaya akan terus melakukan pemantauan terkait update kondisi kesehatan siswa tersebut. “Sebelumnya tiga, pada Senin (11/5) sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” imbuhnya.
Klarifikasi SPPG Tembok Dukuh, Klaim Olah Makanan Sesuai Prosedur
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang diduga terjadi setelah ratusan korban menyantap menu MBG dari dapurnya.
"Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan," ujar Chafi.
Kendati demikian, Chafi menegaskan bahwa bahan makanan yang dipakai dalam kondisi segar. Proses pengolahan hingga penyajian dalam ompreng MBG juga sudah dilakukan sesuai prosedur BGN yang berlaku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022