
Dinkes Surabaya menemukan sejumlah pelanggaran higiene di dapur SPPG Tembok Dukuh usai insiden keracunan MBG. (Ashifatun Nurin Nadiyah/ Magang JawaPos.com)
JawaPos.com - Dinkes Surabaya temukan pelanggaran higiene di dapur SPPG Tembok Dukuh yang diduga mengakibatkan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan sejumlah guru di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Senin (11/5), menjadi sorotan.
Pihak Dinkes Surabaya melaporkan kasus ini berdampak pada 210 orang, dengan rincian 135 pasien di RSIA IBI Surabaya yang terdiri dari 128 rawat jalan dan 7 rawat inap, dan 73 pasien di sejumlah puskesmas.
Selain itu terdapat pasien di fasilitas kesehatan lain seperti RS William Booth dan Faskes Kimia Farma dr. Sri Hawati. Dari total tersebut, 202 pasien mengalami gejala ringan dan 8 pasien mengalami gejala sedang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengatakan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan di area SPPG Tembok Dukuh setelah terjadinya insiden.
Dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar Komisi D DPRD Kota Surabaya, Rabu (13/4), Dinkes menemukan adanya lalat, sanitasi buruk, hingga daging dalam kondisi beku dan tidak ditempatkan di tempat steril.
"Kami melihat ada beberapa kejanggalan dalam pemrosesan, daging dalam keadaan masih beku dan tidak berada di tempat yang bersih (steril), serta ditemukan cukup banyak lalat,” tutur dokter Billy.
Kejanggalan lain yang ditemukan: proses thawing atau pencairan daging dilakukan pada suhu ruang selama kurang lebih 2 jam dengan perendaman dan aliran air. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan pertumbuhan bakteri.
Dinkes Surabaya juga menemukan jeda lama pada proses perebusan hingga pemasakan akhir daging, serta penyimpanan makanan matang yang bercampur dengan bahan mentah di chiller (pendingin).
Pada aspek sanitasi, Dinkes menemukan lalat di beberapa area dapur produksi dan akses terbuka yang memungkinkan masuknya vektor pembawa penyakit. Insect trap juga dilaporkan belum berfungsi optimal.
“Pintu masuk dapur seharusnya ada penghalang plastik, namun di sana tidak ada. Lalu ada area yang kami tangkap, jangan-jangan tikus bisa lewat situ karena cukup besar lubangnya,” sambungnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022