
Kepala Dinkes Jawa Timur Erwin Ashta Triyono menyatakan ada satu warga Jatim yang dilaporkan positif Hantavirus pada Januari 2026. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) memperkuat sistem surveilans (pengawasan) dan deteksi dini Hantavirus di berbagai fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit rujukan.
Langkah ini dilakukan setelah ditemukannya satu kasus Hantavirus yang terkonfirmasi di Jawa Timur pada Januari 2026. Kepala Dinkes Jatim Erwin Ashta Triyono mengatakan, pasien tersebut sudah sembuh.
”Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang penularannya berkaitan erat dengan paparan tikus atau rodensia. Karena itu, pencegahan utama adalah menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Erwin Ashta Triyono di Surabaya, Jumat (15/5).
Hantavirus dapat menular ke manusia melalui inhalasi aerosol dari kotoran tikus mengering, kontak langsung dengan rodensia atau lingkungan yang terkontaminasi, gigitan hewan terinfeksi, makanan dan minuman yang tercemar. Masyarakat juga diminta untuk menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya.
Meski begitu, dokter Erwin meminta masyarakat untuk tidak perlu panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
”Gejala yang ditimbulkan (akibat Hantavirus) dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, batuk, sesak napas hingga gangguan ginjal, dengan tingkat keparahan yang bervariasi,” imbuh Erwin.
Secara global, berdasarkan laporan (World Health Organization) pada awal Mei 2026, dilaporkan adanya klaster Severe Acute Respiratory Infection (SARI) pada penumpang kapal pesiar berbendera Belanda di Inggris. Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan satu kasus terkonfirmasi Hantavirus tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Hingga 4 Mei 2026 tercatat satu kasus konfirmasi dan lima kasus suspek dengan tiga kematian. Kemudian selama periode 2025 hingga minggu ke-16 tahun 2026, tercatat 387 kasus Hantavirus terkonfirmasi di 10 negara, yaitu Argentina, Chili, Bolivia, Brasil, Panama, Paraguay, Uruguay, Amerika Serikat, Taiwan, dan Indonesia.
Di Indonesia, surveilans Hantavirus telah dilakukan sejak 2024 di 21 rumah sakit di berbagai wilayah. Hingga 2026 tercatat sebanyak 23 kasus terkonfirmasi yang tersebar di sembilan provinsi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
