
Petugas DSDABM dan pemadam kebakaran berjibaku menangani banjir di 17 titik usai hujan deras Senin (22/6). (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Dalam dua hari terakhir, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Surabaya pada pagi hari menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga.
Meski berangsur surut, genangan dikeluhkan warga karena menganggu aktivitas harian mereka. Sejumlah kendaraan bahkan dilaporkan kesulitan melintas akibat ketinggian air di beberapa titik mencapai 30 centimeter.
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menilai penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan drainase baru, melainkan normalisasi saluran secara intensif dan berkelanjutan.
“Memang ini (hujan deras) berbarengan dengan pasang air laut, tetapi itu bukan menjadi alasan. Seharusnya dengan dorongan infrastruktur dan normalisasi yang intens, dampak banjir bisa dikurangi,” ujar Eri, Rabu (24/6).
Menurutnya, salah satu akar persoalan banjir di Surabaya adalah normalisasi saluran yang belum berjalan maksimal. Akibatnya, banyak drainase mengalami pendangkalan karena sedimentasi yang menumpuk dalam waktu lama.
Kondisi tersebut membuat kapasitas saluran air berkurang sehingga aliran tidak mampu menampung debit hujan yang tinggi. Karena itu, pengerukan dan pemeliharaan drainase harus dilakukan secara lebih rutin.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti dampak perubahan iklim yang memicu curah hujan ekstrem. Oleh karena itu, perlu strategi penanganan banjir yang lebih menyeluruh, bukan hanya mengandalkan pembangunan drainase.
“Seberapa kuat kita membangun drainase, itu tidak akan bisa mengikuti dampak perubahan iklim. Karena itu penting menyeimbangkan pembangunan infrastruktur abu-abu dengan infrastruktur hijau,” imbuhnya.
Untuk memaksimalkan penanganan banjir di Surabaya, Ketua Komisi C DPRD Surabaya mengusulkan agar pemerintah memperbanyak kawasan resapan, tampungan air, hingga sistem pemanenan air hujan.
Konsep tersebut telah diakomodasi dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Banjir yang saat ini tengah digodok DPRD bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
