
Pelatihan Clinical Research and Scientific Publication yang digelar Divisi Neonatologi FK Unair menghadirkan dua pakar pediatri asal Belanda. (Istimewa)
JawaPos.com - Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman klinis dan teknologi medis. Penelitian yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan kesehatan anak yang masih menjadi tantangan di Indonesia, mulai dari kelahiran prematur, gangguan tumbuh kembang, hingga masalah gizi.
Kesadaran itu mendorong Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) menggelar pelatihan Clinical Research and Scientific Publication pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan dua pakar pediatri asal Belanda, yakni Prof. Pieter J.J. Sauer dari Groningen dan Prof. Jacques Bindels dari Utrecht University, untuk membekali peneliti muda dengan kemampuan menyusun riset yang berkualitas.
Ketua penyelenggara, dr. Mahendra, menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari riset yang kuat. Menurut dia, berbagai inovasi dan perbaikan tata laksana pasien lahir dari penelitian yang dilakukan secara berkesinambungan. “Suatu pelayanan kesehatan itu hanya bisa bagus kalau ada penelitian. Tanpa adanya riset berkelanjutan, kualitas pelayanan kesehatan tidak akan pernah maksimal,” ujarnya.
Pernyataan itu sejalan dengan masih besarnya tantangan kesehatan anak di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi kelahiran prematur di Indonesia masih sekitar 10 persen atau satu dari sepuluh kelahiran. Bayi prematur juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting dan kematian bayi sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam penanganannya.
Karena itu, menurut dr. Mahendra, para dokter dan tenaga kesehatan perlu didorong untuk tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga aktif melakukan penelitian yang dapat menghasilkan solusi berbasis bukti ilmiah.
Pelatihan tersebut diikuti mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anak, peserta pendidikan konsultan, mahasiswa kedokteran, hingga mahasiswa kebidanan. Mereka mendapatkan materi mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, penyusunan proposal, etika penelitian, hingga strategi menembus jurnal ilmiah internasional.
Peserta juga dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu proses penulisan manuskrip ilmiah. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan etika akademik dan integritas penelitian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
