Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 23.09 WIB

Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Kemenag Justru Minta BGN Suplai Seluruh Pesantren

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii saat menjenguk santri yang masih dirawat di RSUD Notopuro. (Ardini Pramitha/JawaPos.com) - Image

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii saat menjenguk santri yang masih dirawat di RSUD Notopuro. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Namun, Kementerian Agama (Kemenag) justru mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas cakupan program tersebut ke seluruh pesantren dan madrasah di Indonesia.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii mengatakan, insiden dugaan keracunan di Ponpes Manbaul Hikam tetap harus dievaluasi. 

Namun, kejadian tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan atau mempertanyakan kebutuhan MBG bagi para santri.

“Kita enggak usah ke yang lain. Di pesantren ini saja itu sudah hampir setahun dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan. Nah, baru kali ini yang mungkin ada persoalan,” kata Romo saat meninjau santri yang masih dirawat di RSUD Notopuro, Sidoarjo, Jumat (4/9).

Dari penelusuran awal, keluhan santri didominasi gangguan pada perut, seperti mual. Romo menyebut terdapat dua menu yang paling banyak dikeluhkan santri, yakni telur dan sayuran.

“Tadi kami tanya penyebabnya itu yang dominan di dua menu ya. Telur dan sayuran. Di dua menu itu yang dominan, telur dan sayuran,” ujarnya.

Menurut Romo, penyebab dugaan keracunan masih perlu dipastikan melalui investigasi. Beberapa hal yang akan dievaluasi di antaranya proses memasak hingga kesesuaian waktu konsumsi makanan dengan petunjuk teknis (juknis) MBG.

“Ini pasti apakah proses masaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di juknis,” jelasnya.

Kemenag juga meminta dapur SPPG yang selama ini memasok makanan ke Ponpes Manbaul Hikam dihentikan sementara untuk dievaluasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat persoalan dalam proses pengolahan makanan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore