
Pendataan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital oleh agen dari Pemkot Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengungkapkan, hingga saat ini, program Perlinsos Digital telah menjangkau 1.004.298 Kepala Keluarga (KK) di Kota Pahlawan.
Namun, di balik masifnya pendataan tersebut, petugas di lapangan menemukan sejumlah anomali mengejutkan yang membuat warga kurang mampu gagal menerima bantuan.
Salah satu kasus ironis ditemukan di kawasan Manyar. Seorang warga yang kondisi rumah dan sosial ekonominya sangat memprihatinkan, justru tercoret dari daftar penerima bansos, karena sistem mendeteksi dirinya memiliki mobil mewah Toyota Alphard.
"Tapi setelah ditanya, dia driver. STNK (pemilik mobil) diatasnamakan dia. Makanya kenapa kok seperti itu (tidak layak dapat bansos). Ternyata salah satunya adalah (pemilik mobil) untuk menghindari pajak progresif," ungkap Eddy, Sabtu (3/10).
Eddy menjelaskan, praktik 'pinjam nama' untuk kepemilikan aset ini sangat merugikan warga prasejahtera. Ketidaksesuaian administrasi semacam ini secara langsung memengaruhi pemeringkatan desil warga miskin, sehingga mereka dianggap mampu oleh sistem.
"Karena itu nanti (kepemilikan aset) akhirnya akan berkaitan. Pajak progresif saja akhirnya berkaitan dengan kepemilikan kendaraan, yang akhirnya data itu tidak valid," ujarnya.
Merespons temuan ini, Eddy mendesak keras masyarakat yang STNK kendaraannya masih atas nama orang lain agar segera melakukan proses balik nama. Ia menegaskan, tertib administrasi adalah kunci utama keadilan sosial.
"Karena sekali lagi ketika Perlinsos Digital itu nanti diterapkan dan datanya betul-betul objektif, orang sudah tidak bisa menyalahkan siapa-siapa lagi. Jadi tertib administrasi itu adalah awal daripada bantuan sosial tepat sasaran," terang dia.
Untuk mengakselerasi akurasi data Perlinsos Digital, Pemkot Surabaya menerjunkan 14 ribu agen yang terdiri dari camat, lurah, ASN Pendamping, Ketua RT/RW, hingga pendamping PKH untuk menyisir warga dari pintu ke pintu. Kegiatan ini telah dilangsungkan sejak 18 Juni hingga 18 Juli 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022