JawaPos Radar | Iklan Jitu

Populer di Twitter, Sutopo Curhat soal Raisa, Hoax, hingga Pesan Moral

05 Desember 2018, 17:27:34 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Populer di Twitter, Sutopo Purwo Nugroho, Rame Di Twitter 2018
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (tengah) di acara #RameDiTwitter di Jakarta, Rabu (5/11). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kabar hoax yang kerap membuat heboh jagat maya tampaknya masih sulit ditangkal. Salah satunya yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Saat berbicara di acara tahunan Twitter #RameDiTwitter di Jakarta, Rabu (5/11), Sutopo menceritakan sulitnya menangkal hoax di jejaring sosial tersebut. Pria yang populer di Twitter dengan label verified pada akunnya itu mengaku bahwa dirinya memang bergantung pada Twitter.

Sutopo memanfaatkan Twitter untuk saluran informasi baik pribadi maupun mewakili instansi tempatnya bekerja. "Tanpa ada Twitter, saya tidak akan bisa bertemu Raisa," ujarnya lalu tertawa.

Populer di Twitter, Sutopo Purwo Nugroho, Rame Di Twitter 2018
Sesi bincang-bincang bersama Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah) di acara #RameDiTwitter di Jakarta, Rabu (5/11). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Pria kelahiran Boyolali 7 Oktober 1969 itu menilai bahwa media sosial merupakan sarana penting baginya. "Informasi soal penanganan bencana jadi lebih mudah disampaikan lewat sosial media. Sosial media punya peran penting. Bagi pemerintah juga," tuturnya lagi.

Namun begitu, media sosial juga ada hal negatifnya. Sutopo mengakui bahwa media sosial juga menjadi salah satu tempat paling 'subur' untuk menggulirkan kabar hoax. Dia bahkan mengaku kewalahan menangani hoax yang berkaitan dengan profesinya dalam hal ini penanganan bencana.

"Berbagai informasi yang terkait penanganan bencana seperti saat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, pesawat Lion Air jatuh, dan bencana lainnya bisa lebih cepat di-update lewat Twitter. Publik bahkan lebih senang mengeceknya lewat Twitter karena saya aktif di sini," katanya.

Selain untuk saluran informasi terkait penanangan bencana dan menangkal hoax menyesatkan, Sutopo juga mengaku menggunakan Twitter untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Diketahui, pria 49 tahun itu memang sedang berjuang menghadapi penyakit kanker paru stadium akhir.

"Saya sedang berjuang menghadapi penyakit. Saya juga sering menyapaikan pesan moral kepada followers saya. Bagi yang sedang sakit juga yang semangat melawan penyakitnya. Yang masih sehat jangan merokok dan sebagainya saya sampaikan," paparnya.

Terakhir, Sutopo yang mengaku mengelola sendiri akun Twitter-nya tanpa bantuan admin itu mengimbau bahwa siapa pun yang menggunakan media sosial agar tidak baper alias terbawa perasaan. Dia juga berpesan siapa pun jangan mudah percaya informasi yang beredar di internet tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu. Apalagi sumber informasi tidak jelas asalnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Twitter hari ini, Rabu (5/11), menggelar acara tahunan #RameDiTwitter. Acara tersebut ditujukan untuk mengetahui topik-topik paling menarik yang terjadi di Twitter sepanjang 2018. Sutopo berbicara dalam acara tersebut. Selain kapasitasnya sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo juga termasuk ke dalam tokoh paling populer di Twitter.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up