Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juni 2020 | 19.36 WIB

230 Ribu Data Pasien Covid-19 Bocor, Menkominfo: Masih Kami Telusuri

Ilustrasi: Data terkait Covid-19 bocor dan diperjualbelikan di darkweb.  (Istimewa) - Image

Ilustrasi: Data terkait Covid-19 bocor dan diperjualbelikan di darkweb. (Istimewa)

JawaPos.com - Pencurian data penting seseorang kembali terulang. Kasus kebocoran data kali ini menimpa para pasien Covid-19 yang dikabarkan diperjualbelikan di jagat maya.

Data pasien Covid-19 di Indonesia diduga telah dicuri oleh peretas alias hacker. Mereka diduga menjual data pasien terinfeksi virus Korona tersebut di forum darkweb RapidForums.

Hacker mengklaim memiliki sebanyak 230 ribu data warga terkait Covid-19 dijual dengan lengkap. Beberapa informasi penting seperti nama, status kewarganegaraan, tanggal lahir, umur, nomor telepon, alamat rumah, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), dan alamat hasil tes Covid-19 bisa dapat dengan mudah dimiliki dan beredar di darkweb.

Hasil tes Covid-19 juga muncul secara detail dalam basis data RapidForums. Data yang dijual berupa gejala, tanggal mulai sakit, dan tanggal pemeriksaan. Di sini, pengguna dapat dengan mudah mengakses RapidForums dengan catatan menggunakan layanan private VPN.

Diketahui, berdasarkan pantauan JawaPos.com di laman tersebut, akun penjual bernama Database Shopping dan menyatakan basis data terkait Covid-19 mulai bocor pada 20 Mei 2020 lalu. Namun, ia mulai menjual data pasien atau warga yang terkait wabah corona pada Kamis (18/6) lalu.

Penjual sendiri mulai bergabung dalam RaidForums pada Mei 2020. Terbilang baru. Meski demikian, akun tersebut memiliki tingkat reputasi sebesar 30 dengan memiliki 60 post dan 20 thread.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate terkait hal tersebut menyampaikan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan yang terkait untuk mengevaluasi data center dan aspek terkait lainnya. Namun begitu dirinya memastikan data center di Kemenkominfo aman.

"Data base Covid-19 dan hasil cleansing yang ada di data center Kemenkominfo aman. Kami akan menelusuri berita tersebut dan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang membawahi keamanan data Covid-19. Semoga di data center lainnya aman," ungkap Johnny singkat melalui pesan singkatnya yang diterima JawaPos.com.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=hwm5f5KkZTk

 

https://www.youtube.com/watch?v=Wm8SddFq760

 

https://www.youtube.com/watch?v=PnG2Ihw31Kc

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore