ChatGPT Atlas, peramban berbasis kecerdasan buatan yang diluncurkan OpenAI untuk menantang dominasi Google Chrome di pasar global.(Reuters)
JawaPos.com — OpenAI resmi meluncurkan Atlas, peramban web berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan ChatGPT. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi yang dipimpin Sam Altman untuk menantang dominasi Google Chrome dan membuka babak baru dalam persaingan global penguasaan ekosistem internet.
Dilansir dari Reuters, Kamis (23/10/2025), peluncuran Atlas memanfaatkan lebih dari 800 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, menjadikannya upaya serius OpenAI memperluas jangkauan layanan ke ranah penjelajahan web. Browser ini menghadirkan pendekatan baru dalam pencarian daring, dengan menggeser model pencarian berbasis kata kunci menuju sistem percakapan interaktif.
Atlas memungkinkan pengguna membuka bilah samping ChatGPT di halaman apa pun untuk menyingkat konten, membandingkan produk, atau menganalisis data situs. Melalui fitur “agent mode” bagi pengguna berbayar, ChatGPT bahkan dapat menyelesaikan tugas secara otomatis—mulai dari riset hingga pembelian daring.
Dalam demonstrasi peluncuran, ChatGPT menunjukkan kemampuannya menelusuri resep masakan dan memesan seluruh bahan yang dibutuhkan secara mandiri.
Sam Altman menegaskan, peluncuran Atlas merupakan langkah strategis untuk mendefinisikan ulang fungsi dasar peramban modern. “Kami meyakini bahwa kecerdasan buatan memberikan peluang langka untuk memikirkan kembali apa arti sebuah peramban web,” ujar Altman seperti dikutip Wired.
Menurut analis D.A. Davidson, Gil Luria, integrasi percakapan ke dalam peramban dapat menjadi jalan bagi OpenAI memasuki bisnis periklanan digital. “Begitu OpenAI mulai menjual iklan, hal itu berpotensi mengalihkan sebagian besar belanja iklan pencarian yang selama ini dikuasai Google,” ujarnya kepada Reuters.
Peluncuran ini berlangsung di tengah dominasi Chrome dengan pangsa pasar global mencapai 71,9 persen per September 2025. Sementara itu, saham induk Google, Alphabet Inc., turun 1,8 persen pada perdagangan Selasa sore waktu setempat, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi persaingan baru dari OpenAI.
Atlas saat ini tersedia untuk sistem operasi macOS, sementara versi untuk Windows, iOS, dan Android akan segera dirilis. Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut, “Peramban yang dibangun dengan ChatGPT membawa kita lebih dekat pada asisten super yang memahami dunia Anda dan membantu mewujudkan tujuan Anda.”
Sementara itu, Google merespons dengan memperkuat integrasi model kecerdasan buatannya, Gemini, ke dalam Chrome bagi pengguna di Amerika Serikat, dan berencana memperluasnya ke platform lain. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertahanan perusahaan di tengah meningkatnya tekanan dari OpenAI dan pesaing baru seperti Anthropic.
Dengan hadirnya Atlas, OpenAI memperluas pengaruhnya di ekosistem digital global. Persaingan antara kedua raksasa teknologi ini kini tidak lagi sekadar soal mesin pencari, melainkan perebutan kendali atas cara manusia berinteraksi dengan internet—babak strategis yang akan menentukan arah masa depan dunia digital.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022