CEO Google, Sundar Pichai, yang memprediksi era pusat data AI orbital sebagai normal baru satu dekade ke depan (Dok. SCMP)
JawaPos.com - Langkah Google menapaki masa depan komputasi telah memasuki fase paling ambisius dalam sejarahnya: membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.
Untuk mewujudkan hal ini, Google meluncurkan inisiatif bernama Project Suncatcher, yang dimaksudkan untuk memanfaatkan energi matahari di orbit sebagai sumber daya operasional, sebuah jawaban atas tantangan daya dan lingkungan dari data center tradisional di Bumi.
Dilansir dari Fortune, Selasa (2/12/2025), CEO Google Sundar Pichai menyatakan bahwa pada awal 2027 perusahaan berencana meluncurkan dua satelit prototipe untuk menguji perangkat keras AI di orbit Bumi.
Dalam wawancaranya, Pichai menegaskan, "Salah satu ambisi besar kami adalah, bagaimana suatu hari kita bisa membangun pusat data di luar angkasa untuk memanfaatkan energi matahari secara optimal, yang jumlahnya 100 triliun kali lebih besar dibandingkan seluruh energi yang kita hasilkan di Bumi saat ini."
Menurut Pichai, "dalam satu dekade mendatang, kita akan melihat pembangunan pusat data di luar angkasa sebagai hal yang lebih biasa dan menjadi standar baru." Pernyataan ini menegaskan bahwa Google memandang pusat data orbit sebagai bagian dari infrastruktur masa depan, bukan sekadar eksperimen teknologi.
Mengapa Google Melirik Luar Angkasa
Permintaan komputasi untuk AI terus melonjak, memaksa data center di Bumi menyedot energi sangat besar, menggunakan lahan luas, air untuk pendinginan, dan menghasilkan emisi karbon serta limbah elektronik.
Dengan memindahkan sebagian pusat data ke orbit, Google berharap dapat mengurangi tekanan pada sumber daya di Bumi sekaligus memanfaatkan energi matahari secara terus-menerus tanpa terganggu oleh siklus siang-malam atau kondisi cuaca.
Selain itu, langkah ini diharapkan memungkinkan pengembangan solusi komputasi berskala besar yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Riset awal menunjukkan bahwa chip AI milik Google seri Tensor Processing Unit (TPU) generasi Trillium berhasil bertahan dari simulasi radiasi pada orbit rendah Bumi.
Namun, banyak tantangan teknis tetap harus diatasi: manajemen panas (thermal management), keandalan sistem orbital, serta transmisi data dan komunikasi antar satelit.
Peluang dan Risiko dalam Perlombaan Data Center Luar Angkasa
Inisiatif Google bukan satu‑satunya: startup berbasis AI yang didukung investor besar juga mulai mengirim satelit berkemampuan AI ke orbit.
Jika berhasil, data center ruang angkasa bisa merevolusi cara dunia memproses data: lebih hemat lahan, lebih efisien energi, serta berpotensi memangkas jejak lingkungan dibandingkan data center konvensional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022