
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan penjelasan terkait sempat dibatasinya akses ke domain commons.wikimedia.org. Hal ini terjadi akibat sistem pengendalian konten mendeteksi adanya indikasi muatan perjudian.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyampaikan bahwa pemblokiran tersebut dipicu oleh mekanisme otomatis yang mengenali kata kunci serta konten visual yang dinilai memiliki kemiripan dengan kategori terlarang.
“Tidak dapat diaksesnya Wikimedia Commons bermula dari sistem yang mendeteksi kata kunci (wording) dan konten visual yang terasosiasi memiliki kemiripan dengan kategori konten yang dilarang, khususnya perjudian, sehingga sistem memasukkan Wikimedia Commons ke dalam kategori penanganan,” jelas Alex di Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Ia menambahkan, sistem deteksi tersebut bersifat pencegahan. Namun, dalam kondisi tertentu, teknologi ini dapat keliru mengidentifikasi situs yang sebenarnya netral dan bersifat edukatif.
“Setelah kami menerima informasi atas pemblokiran, tim teknis segera melakukan verifikasi manual atas indikasi temuan konten negatif termasuk peninjauan ulang terhadap parameter klasifikasi untuk memastikan akurasi deteksi. Begitu diketahui sebagai false positive, kami langsung melakukan normalisasi terhadap Wikimedia Commons,” katanya.
Menurutnya, sejak Rabu (25/3) pukul 22.00 WIB, akses ke Wikimedia Commons telah sepenuhnya dipulihkan dan dapat digunakan kembali oleh publik tanpa hambatan.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Komdigi telah melakukan audit sistem serta koordinasi internal guna mengevaluasi mekanisme pengendalian konten, dengan tujuan meningkatkan ketepatan dalam mendeteksi konten bermasalah.
Ia juga menjelaskan bahwa insiden ini sebenarnya bisa dihindari apabila Wikimedia Commons sudah terdaftar dalam daftar whitelist. Namun, hingga saat ini platform tersebut belum merampungkan proses registrasi sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat di Indonesia.
“Kejadian ini bisa dicegah apabila Wikimedia telah masuk database whitelist, namun karena mereka belum menyelesaikan proses registrasi sebagai PSE lingkup Privat di Indonesia, Wikimedia Commons belum masuk kategori whitelist dalam sistem pemblokiran,” ujarnya.
Pihaknya pun mendorong Wikimedia agar segera menyelesaikan proses pendaftaran hingga memperoleh Tanda Daftar PSE sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022