
Jensen Huang, CEO Nvidia, menyatakan bahwa "AGI telah tercapai" meski riset terbaru menyebut sebaliknya (Fortune)
JawaPos.com - Nvidia kembali menjadi pusat perhatian dunia teknologi setelah CEO-nya, Jensen Huang, menyatakan bahwa Artificial General Intelligence (AGI), kecerdasan buatan umum, yakni sistem AI yang mampu menyamai kecerdasan manusia di berbagai bidang telah tercapai.
Pernyataan itu disampaikan dalam podcast Lex Fridman, ketika Huang menegaskan, "Saya pikir kita sudah sampai di tahap itu. Saya pikir kita telah mencapai AGI." Klaim ini langsung memicu perdebatan di kalangan peneliti AI global, mengingat hingga kini belum ada definisi tunggal tentang AGI maupun standar baku untuk mengukurnya.
Dilansir dari Fortune, Kamis (2/4/2026), pernyataan itu muncul saat Lex Fridman mengajukan cara tak biasa untuk menilai AGI, yakni apakah AI mampu membangun perusahaan teknologi bernilai satu miliar dolar.
Menanggapi hal tersebut, Jensen Huang menilai pencapaian itu tidak perlu menunggu lima hingga 20 tahun, sehingga mempertegas pandangannya bahwa AGI sudah tercapai saat ini.
Meski begitu, definisi ini tidak disepakati oleh mayoritas peneliti AI, karena lebih sempit daripada definisi tradisional AGI yang menekankan kesetaraan AI dengan beragam kemampuan kognitif manusia, bukan sekadar keberhasilan bisnis.
Perdebatan ini menjadi semakin kompleks mengingat banyak perusahaan teknologi besar dengan valuasi pasar gabungan lebih dari satu triliun dolar mengumumkan AGI sebagai tujuan strategis mereka.
Beberapa ilmuwan komputer bahkan menghindari penggunaan istilah ini karena dianggap sulit diukur dan ambigu. Di sisi lain, perusahaan teknologi memanfaatkan ketidakjelasan AGI untuk menciptakan hype, mengklaim kemajuan besar meski definisinya tidak jelas.
Namun, upaya ilmiah untuk mendefinisikan dan mengukur AGI terus berkembang. Peneliti Google DeepMind, termasuk salah satu pendirinya, Shane Legg, baru-baru ini merilis sebuah makalah berjudul Measuring Progress Toward AGI: A Cognitive Framework yang menawarkan pendekatan lebih terstruktur.
Dalam makalah tersebut, para peneliti mengidentifikasi sepuluh kemampuan kognitif utama, mulai dari persepsi, penalaran, memori, pembelajaran, perhatian, hingga kognisi sosial sebagai fondasi kecerdasan umum.
"Kemajuan menuju AGI perlu diukur melalui berbagai kemampuan kognitif, bukan hanya satu indikator tunggal," tulis para peneliti.
AI kemudian diuji berdasarkan kemampuan-kemampuan ini dan dibandingkan dengan manusia dewasa berpendidikan setara sekolah menengah. Hasilnya menunjukkan kemampuan AI masih belum merata: unggul di beberapa bidang seperti matematika, tetapi tertinggal dalam belajar dari pengalaman dan memahami konteks sosial.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
