
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan bahwa pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau AI harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat, menjaga demokrasi, serta mendukung terciptanya keadilan sosial di tengah dominasi platform teknologi global yang semakin besar.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menyatakan pengembangan AI tidak bisa hanya diarahkan untuk kepentingan industri dan keuntungan bisnis semata. Menurutnya, teknologi tersebut harus dikelola agar tetap melindungi masyarakat, demokrasi, dan ruang publik digital.
“Tujuan kami jelas, yaitu membangun ekosistem AI yang mendorong inovasi sekaligus melindungi nilai-nilai sosial masyarakat dan prinsip demokrasi. Bagi kami, AI yang bertanggung jawab berarti memperkuat literasi AI agar masyarakat dan angkatan kerja siap menghadapi transformasi ini, dengan prinsip tidak seorang pun tertinggal,” ujar Wamen Nezar di Jakarta, dikutip Jumat (29/5).
Ia menjelaskan laju perkembangan AI yang sangat cepat kini memunculkan berbagai tantangan baru, mulai dari isu keamanan, etika, tata kelola teknologi, penyebaran disinformasi, hingga konsentrasi kekuatan pada segelintir pihak penguasa teknologi.
Menurutnya, kondisi tersebut tergambar dalam International AI Safety Report 2026 yang disusun oleh lebih dari 100 pakar AI dan mendapat dukungan lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia.
“Di seluruh dunia, kecerdasan buatan berkembang dengan sangat cepat, membawa tidak hanya peluang besar, tetapi juga pertanyaan serius mengenai keamanan, etika, tata kelola, dan kepercayaan publik. Rilis Laporan Keamanan AI Internasional 2026 semakin memperjelas hal tersebut,” kata Wamen Nezar.
Ia menilai keamanan AI kini tidak lagi dapat dipandang sebagai isu pelengkap dalam pengembangan teknologi, melainkan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan sistem AI.
Indonesia, lanjutnya, memandang inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial harus berjalan seimbang agar manfaat AI dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
“Keamanan AI tidak lagi dapat dianggap sebagai isu sekunder. Keamanan AI harus menjadi bagian dari arsitektur inti pengembangan AI itu sendiri. Indonesia percaya bahwa inovasi dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
