
Ilustrasi Blockchain. (ENISA EU).
JawaPos.com - Perkembangan aset kripto kerap dikaitkan dengan risiko kejahatan digital. Namun di balik persepsi tersebut, teknologi blockchain justru semakin sering dimanfaatkan untuk melacak dan membongkar jaringan penipuan online yang beroperasi secara global.
Hal itu terlihat dalam operasi gabungan yang melibatkan perusahaan teknologi dan aparat penegak hukum internasional untuk menindak sindikat penipuan digital di Asia Tenggara.
Dalam operasi tersebut, Coinbase berhasil membekukan aset kripto senilai lebih dari USD 3 juta yang diduga terkait aktivitas kriminal.
Pembekuan aset menjadi salah satu hasil penting dari operasi yang juga melibatkan Meta, Microsoft, Starlink, FBI, U.S. Department of Justice (DOJ), dan Royal Thai Police.
Selain menangkap puluhan tersangka, operasi tersebut menargetkan sumber pendanaan yang selama ini menopang aktivitas jaringan penipuan lintas negara.
Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang kerap membutuhkan waktu panjang untuk menelusuri aliran dana, blockchain menyediakan catatan transaksi yang terbuka dan tidak dapat diubah. Setiap perpindahan aset meninggalkan jejak digital yang dapat dianalisis oleh penyidik.
Karakteristik tersebut membuat blockchain semakin banyak digunakan dalam investigasi kejahatan keuangan. Aparat penegak hukum dapat memetakan hubungan antarwallet, mengidentifikasi pola transaksi mencurigakan, hingga melacak pergerakan dana lintas negara yang dilakukan para pelaku.
"Teknologi blockchain adalah salah satu tools paling tangguh untuk memerangi scam keuangan. Berbeda dengan sistem keuangan konvensional, transparansi dan karakteristik data transaksi yang tidak dapat diubah membuat para pelaku kejahatan tidak bisa bersembunyi karena setiap transaksi meninggalkan jejak," kata Jeff Lunglhofer, Chief Security Officer Coinbase.
Menurutnya, transparansi blockchain memungkinkan perusahaan aset digital bekerja sama lebih efektif dengan aparat penegak hukum dalam mengidentifikasi, melacak, dan membekukan dana yang terhubung dengan aktivitas kriminal.
Fenomena ini menunjukkan perubahan penting dalam lanskap keamanan digital. Jika sebelumnya aset kripto sering dianggap sebagai tantangan bagi penegakan hukum, kini teknologi yang sama justru menjadi alat investigasi yang semakin efektif untuk memburu pelaku kejahatan siber.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
