
Robot Humanoid AGIBOT. (Dok. AGIBOT)
JawaPos.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri robotika nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan laporan "Indonesia Robotics Market Outlook 2030" dari Mordor Intelligence, perusahaan riset pasar global, nilai pasar robotika nasional diperkirakan meningkat dari USD 23,8 juta pada 2025 menjadi USD 47,75 juta pada 2030. Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) selama periode tersebut mencapai 14,94 persen.
Menurut laporan tersebut, pemanfaatan robot di Indonesia juga semakin beragam. Jika sebelumnya lebih banyak digunakan di sektor manufaktur, kini robot mulai diterapkan untuk layanan pelanggan, logistik, pengiriman, hingga berbagai kebutuhan industri dan komersial. Perkembangan ini membuka peluang yang semakin besar bagi adopsi AI berwujud fisik dan robot humanoid di Indonesia.
Menjawab peluang tersebut, AGIBOT, jenama pengembang AI berwujud fisik (embodied AI) dan robotika, menggelar AGIBOT Partner Conference 2026 Indonesia (APC 2026 Indonesia) di Jakarta bersama mitra lokalnya, Denka Pratama Indonesia. Ajang ini menjadi langkah penting dalam strategi jangka panjang AGIBOT di Indonesia dan pengembangan ekosistem kolaboratif di Asia Pasifik.
APC 2026 Indonesia dihadiri sekitar 300 peserta yang berasal dari sektor teknologi, dunia usaha, dan mitra industri di Indonesia. Di ajang ini, AGIBOT membahas implementasi praktis AI berwujud fisik dan robot humanoid di berbagai sektor industri di Tanah Air. Agenda utama APC 2026 Indonesia mencakup pemanfaatan AI berwujud fisik dan robot humanoid yang mendukung otomatisasi, inovasi layanan, serta peningkatan produktivitas di berbagai sektor industri dan komersial.
Prospek Cerah Pasar Robotika Indonesia
Tren otomatisasi dan transformasi digital turut mendorong daya tarik pasar robotika di Indonesia.
President, Timur Tengah dan Asia Pasifik, AGIBOT, Abel Deng, mengatakan, ini menjadi momen penting bagi perkembangan industri robitika. AGIBOT menghadirkan AI berwujud fisik yang siap diterapkan di Indonesia sehingga robot tidak hanya dapat bergerak seperti manusia, namun juga bekerja layaknya manusia dan berperan sebagai sumber produktivitas baru.
"Kami juga memperkenalkan model sewa RaaS (Robot as a Service) di pasar Indonesia agar pelanggan semakin mudah mengakses teknologi ini. Model tersebut juga mempercepat adopsi AI berwujud fisik secara luas di berbagai sektor industri," kata dia.
Pendiri Denka Pratama Indonesia, Ching, mengatakan, AGIBOT merupakan perusahaan yang berhasil mengubah AI berwujud fisik menjadi solusi produktivitas yang nyata. Selain berpengalaman di Indonesia, pihaknya juga memiliki jaringan mitra yang luas dan kapabilitas operasional yang kuat di pasar lokal.
"Keunggulan teknologi dan filosofi produk AGIBOT, dipadukan dengan sumber daya yang dimiliki Denka, akan menghadirkan peluang yang luar biasa untuk mengembangkan pasar Indonesia," terangnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022