
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan. (Miles IT)
JawaPos.com - Kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Di tengah percepatan transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), model pendidikan vokasi ganda atau dual vocational education dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang lebih siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Education Forum 2026 di Jakarta, Rabu (11/6). Forum ini mempertemukan pelaku industri, institusi pendidikan, pemerintah, hingga mitra internasional untuk mencari strategi memperkuat ekosistem pengembangan talenta yang mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.
Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam forum tersebut adalah bahwa kemajuan teknologi tidak akan memberikan dampak optimal tanpa kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya.
Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia Henry Chia menegaskan, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Hal terpenting bukanlah seberapa canggih teknologi yang kita hasilkan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelanggan,” ujar Henry Chia melalui keterangannya.
Menurut dia, pengembangan talenta harus berjalan seiring dengan pertumbuhan industri. Dalam lima tahun terakhir bisnis perusahaan di Indonesia tumbuh hingga 40 persen.
Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan kesempatan kerja sebesar 4 persen dan kenaikan jumlah peserta program magang hingga 10 persen. Forum tersebut juga menyoroti pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pendidikan vokasi melalui program magang, transfer pengetahuan, hingga pembelajaran berbasis praktik.
Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Swiss untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Mathias Domenig mengatakan, kerja sama antara Swiss dan Indonesia selama 75 tahun telah menghasilkan berbagai kolaborasi yang berkontribusi pada pengembangan keterampilan dan investasi berkualitas.
Menurut dia, perusahaan-perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia turut berperan dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja serta pembangunan berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022