
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa pendekatan literasi digital yang selama ini berfokus pada kemampuan dasar menggunakan perangkat dan mengakses internet sudah tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan di era kecerdasan artifisial (AI).
Menurut Nezar, arah pengembangan literasi digital kini perlu bergeser menuju upskilling yakni peningkatan keterampilan yang lebih aplikatif, kontekstual, serta selaras dengan kebutuhan teknologi yang terus berkembang.
“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” jelasnya dalam Audiensi dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (30/6).
Ia menjelaskan, perubahan kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program literasi digital yang telah berlangsung hampir 10 tahun. Berdasarkan hasil evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), program lama dinilai perlu disesuaikan dengan tantangan baru di ruang digital.
Baca Juga:Buntut OTT Bupati Kuantan Singingi Riau, Ruangan Kantor Bupati, Wakil, hingga Sekda Disegel KPK
“Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu,” ungkap Wamen Nezar.
Menurutnya, masyarakat saat ini pada umumnya telah memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan gawai maupun mengakses layanan digital. Karena itu, fokus literasi tidak lagi diarahkan pada pengenalan teknologi seperti sebelumnya.
Nezar juga menilai materi dasar mengenai keamanan digital dan etika berinternet kini telah banyak diintegrasikan oleh berbagai platform digital melalui kebijakan serta pedoman penggunaan layanan mereka.
“Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain,” imbuhnya.
Ke depan, Kementerian Komdigi akan memusatkan program literasi digital pada peningkatan kapasitas masyarakat agar lebih mampu mengenali, menyaring, dan menghadapi penyebaran disinformasi, misinformasi, serta hoaks yang semakin kompleks di era AI, kata Nezar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022