Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2026 | 20.04 WIB

Wamenkomdigi Nezar Ungkap Syarat Indonesia Wujudkan AI Berdaulat, Semikonduktor Jadi Kunci

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia) - Image

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Didik Setiawan/ Pewarta Foto Indonesia)

JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya pengembangan talenta digital dan industri semikonduktor secara bersamaan sebagai fondasi untuk mewujudkan kecerdasan artifisial (AI) yang berdaulat di Indonesia.

Menurutnya, upaya membangun AI tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teknologi. Diperlukan ekosistem yang utuh, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur komputasi, hingga penguatan industri semikonduktor sebagai penopang utama.

"Antara manusia dan juga infrastruktur, kita perlu melakukannya secara bersamaan, paralel," ujar Wamen Nezar Patria saat menerima audiensi GreatAsic/Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (9/7).

Ia menjelaskan bahwa kedaulatan AI hanya dapat dicapai apabila seluruh rantai nilai industrinya berkembang secara seimbang. Hal tersebut mencakup kemampuan memproduksi semikonduktor, penyediaan infrastruktur komputasi, hingga ketersediaan talenta digital yang kompeten.

Nezar menilai chip semikonduktor kini memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi penentu daya saing suatu negara dalam industri AI sekaligus dalam rantai pasok teknologi dunia.

Di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global, berbagai negara kini berlomba menguasai teknologi strategis, termasuk semikonduktor dan mineral kritis yang menjadi bahan utama pengembangan AI.

"Chip dan semikonduktor benar-benar strategis bagi negara-negara yang ingin memasuki industri AI ini dan juga rantai pasokan global AI," tegasnya.

Ia menambahkan Indonesia memiliki potensi besar melalui kepemilikan berbagai mineral kritis yang dapat menjadi modal dalam membangun industri AI domestik.

Namun, potensi tersebut dinilai belum akan menghasilkan nilai tambah optimal apabila proses pengolahannya masih dilakukan di luar negeri. Oleh sebab itu, Indonesia perlu memperluas kolaborasi yang mampu menghadirkan alih teknologi sekaligus memperkuat kapasitas industri nasional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore