
Robot AI Andromeda "Abi" yang dirancang untuk mendukung layanan perawatan lansia (ABC News)
JawaPos.com - Australia tengah memperkuat pendekatan nasional terhadap kecerdasan buatan (AI) ketika teknologi tersebut berkembang semakin cepat, termasuk melalui kemunculan robot humanoid yang mulai dipasarkan untuk kebutuhan industri dan layanan publik. Perubahan ini berlangsung di tengah persaingan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dalam menguasai teknologi AI global.
Langkah tersebut mengemuka setelah Perdana Menteri Anthony Albanese mengambil alih koordinasi kebijakan AI nasional. Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan AI terkemuka mulai mendorong lahirnya standar pengujian model AI sebelum dipasarkan, sementara perusahaan Tiongkok terus mempercepat inovasi dengan biaya yang jauh lebih rendah sehingga mengubah peta persaingan industri AI dunia.
Dilansir dari ABC News, Senin (20/7/2026), Chief Executive Officer (CEO) Google DeepMind Demis Hassabis mengusulkan agar model AI mutakhir diuji oleh lembaga independen hingga 30 hari sebelum dirilis.
Menurutnya, "Pada tahap awal, laboratorium AI terdepan secara sukarela membagikan model kepada badan standar untuk ditinjau hingga 30 hari sebelum peluncuran. Setelah protokol penilaian terbukti efektif dan kuat, ketentuan tersebut dapat diformalkan sehingga model AI mutakhir wajib lulus pengujian sebelum dapat digunakan di pasar Amerika Serikat."
Baca Juga:SoftBank Ramal 100 Triliun Agen AI dan 1 Miliar Robot Humanoid Kuasai Dunia Kerja pada 2040
Usulan itu segera mendapat dukungan dari pelaku utama industri AI. CEO OpenAI Sam Altman menyebutnya sebagai "usulan yang matang dari Demis". Elon Musk mengatakan, "Kerangka ini secara keseluruhan dipikirkan dengan baik dan tentu merupakan titik awal yang baik."
Sementara itu, Chief Executive Microsoft Satya Nadella menilai, "Kita membutuhkan lebih banyak pemikiran seperti ini." Salah seorang pendiri Anthropic, Jack Clark, juga menegaskan bahwa seluruh pengembang AI terdepan sepakat pengujian oleh pihak ketiga perlu menjadi dasar penyusunan standar dan kebijakan.
Dorongan tersebut muncul di tengah meningkatnya daya saing Tiongkok dalam pengembangan AI. ABC News melaporkan model AI sumber terbuka Kimi K3 disebut memiliki kemampuan yang sebanding dengan model terbaru OpenAI dan Anthropic, tetapi ditawarkan dengan biaya sekitar sepersepuluhnya.
Kehadiran model itu ikut menekan harga saham sejumlah perusahaan AI dan semikonduktor Amerika Serikat, sekaligus memperbesar pangsa pasar AI Tiongkok di tingkat global.
Sebagai respons, Australia mulai menerapkan pendekatan lintas kementerian melalui AI Safety Institute, Office of AI di bawah Departemen Perdana Menteri dan Kabinet, serta koordinasi nasional yang mencakup pembangunan pusat data, keamanan nasional, ketenagakerjaan, hak cipta, dan riset.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022