
Mantan Presiden Sega Shoichiro Irimajiri mengatakan kejujuran Jensen Huang menjadi alasan utama menyelamatkan Nvidia pada pertengahan 1990-an (Inc)
JawaPos.com - Di balik kebangkitan Nvidia sebagai perusahaan semikonduktor paling bernilai di dunia, terdapat keputusan bisnis yang bertumpu bukan pada kecanggihan teknologi, melainkan pada kepercayaan terhadap sosok pendirinya, Jensen Huang.
Tiga dekade lalu, ketika teknologi grafis Nvidia justru dinilai gagal, mantan Presiden Sega, Shoichiro Irimajiri, tetap mengucurkan dana sekitar 5 juta dolar AS yang kini bernilai sekitar Rp89,55 miliar (dengan kurs Rp17.910 per dolar AS).
Keputusan itu memberi waktu bagi Nvidia untuk bertahan dan membangun fondasi yang kemudian mengubah industri komputasi global. Kala itu, Nvidia masih merupakan perusahaan rintisan yang berjuang menemukan arah bisnis. Produk grafis yang tengah dikembangkan bersama Sega tidak memenuhi harapan.
Baca Juga:AI Mulai Bertindak Sendiri, OpenAI Ungkap Insiden Peretasan Otonom yang Guncang Industri Teknologi
Alih-alih menutupi kegagalan tersebut, Huang justru menyampaikan kondisi sebenarnya kepada mitra bisnisnya dan meminta Sega menghentikan proyek sekaligus tetap memberikan dukungan pendanaan agar Nvidia memiliki kesempatan membangun teknologi baru.
Dilansir dari Inc, Rabu (22/7/2026), Irimajiri mengungkapkan bahwa keputusan menyetujui pendanaan tersebut bukan lagi didasarkan pada keyakinannya terhadap produk Nvidia, melainkan terhadap karakter Huang. "Jensen adalah sosok yang sangat langka di Silicon Valley pada era 1990-an. Dia benar-benar jujur, terus terang, tidak pernah main-main, dan tidak pernah menyampaikan sesuatu yang tidak dia yakini," ujar Irimajiri kepada Inc.
Menurut Irimajiri, Huang secara terbuka mengakui Nvidia telah memilih pendekatan teknis yang keliru. Dia meminta Sega membebaskan perusahaan dari proyek yang sedang berjalan, namun tetap memberikan sekitar 5 juta dolar AS agar Nvidia dapat bertahan.
Sega mengonfirmasi kepada Inc bahwa pendanaan itu disetujui pada pertengahan 1990-an, tepatnya sekitar 1995 atau 1996. Meski demikian, perusahaan sudah tidak memiliki catatan yang menjelaskan apakah dana tersebut diberikan sebagai pembayaran kontrak, investasi ekuitas, atau gabungan keduanya.
Alih-alih mengikis kepercayaan Sega, pengakuan tersebut justru memperkuat keyakinan Irimajiri terhadap Huang sebagai pemimpin perusahaan. "Bahkan hingga sekarang, saya masih mengingat dengan jelas rasa tenang yang selalu saya rasakan setiap kali berbicara dengannya," ujarnya.
Menurut Irimajiri, kejujuran Huang menjadi alasan utama dia tetap memberikan kesempatan kepada Nvidia, meskipun teknologi yang tengah dikembangkan perusahaan saat itu dinilai telah menemui jalan buntu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022