
Pemaparan smart building dari perwakilan Schneider. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak hanya dimanfaatkan untuk chatbot atau membantu pekerjaan administrasi. Teknologi tersebut juga mulai diterapkan dalam sistem smart building untuk mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus mendeteksi potensi gangguan pada berbagai peralatan gedung.
Schneider Electric menjadi salah satu perusahaan yang telah mengintegrasikan AI ke dalam solusi smart building. Teknologi ini dimanfaatkan mulai dari pengaturan suhu ruangan secara otomatis hingga analisis kondisi peralatan agar kerusakan dapat dideteksi lebih dini.
Reza Syarif, Business Vice President for Buildings, Schneider Electric Indonesia, menjelaskan, salah satu penerapan AI dapat ditemukan pada sistem termostat yang mengendalikan pendingin ruangan.
"Untuk AI, solusi kami sudah mengimplementasikannya. Contoh paling simpel adalah termostat kami yang menggunakan 'Mini AI'. Ada kontrol kecil yang bisa membaca suhu dan kelembapan, lalu otomatis mengatur AC sesuai titik yang ditetapkan," kata Reza di Jakarta, Selasa (28/7).
Selain mengatur suhu ruangan, AI juga dimanfaatkan untuk menganalisis performa berbagai peralatan di dalam gedung. Menurut Reza, teknologi tersebut mampu mengenali pola kerja perangkat sehingga dapat memberikan peringatan ketika ditemukan indikasi gangguan.
"Kami mengombinasikan keahlian pakar kami dengan AI untuk menangkap perilaku (behavior) peralatan. Misalnya, AI bisa mendeteksi jika saringan udara sudah kotor berdasarkan penurunan aliran udara, lalu memberi tahu pengguna," katanya.
Ia menambahkan, penerapan AI juga telah digunakan di lingkungan untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk dengan memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT.
Meski minat terhadap konsep smart building terus meningkat, Reza mengakui implementasi yang benar-benar terintegrasi di Indonesia masih belum banyak.
"Mengenai penerapan di Indonesia, permintaannya banyak, tapi yang implementasinya benar-benar proper belum terlalu banyak. Salah satu contoh yang bagus adalah gedung salah satu bank pemerintah terbesar di Jalan Gatot Subroto. Mereka mengintegrasikan AC, sistem akses, dan kelistrikan menjadi satu. Ada juga rumah sakit dan hotel," jelasnya.
Menurut Reza, tantangan penerapan smart building berbeda antara gedung baru dan gedung lama. Pada gedung baru, desain yang terlalu kompleks sering kali membuat biaya membengkak sehingga pemilik memilih menunda implementasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022