Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Juli 2026 | 05.12 WIB

CEO Hugging Face Desak Transparansi Investigasi atas Peretasan oleh Agen AI OpenAI yang Bertindak Otonom

Ilustrasi OpenAI dan Hugging Face dalam insiden peretasan oleh agen AI yang memicu tuntutan transparansi investigasi (Business Insider) - Image

Ilustrasi OpenAI dan Hugging Face dalam insiden peretasan oleh agen AI yang memicu tuntutan transparansi investigasi (Business Insider)

JawaPos.com - Perlombaan membangun kecerdasan buatan (AI) paling canggih kini menghadapi ujian baru. Bukan lagi semata soal kemampuan model menghasilkan teks atau menulis kode, melainkan bagaimana perusahaan teknologi mengendalikan sistem yang semakin otonom. 

Insiden peretasan terhadap platform AI Hugging Face oleh agen AI milik OpenAI memicu perdebatan global mengenai standar keamanan laboratorium AI terdepan dan akuntabilitas pengembangnya. 

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya sebuah agen AI dilaporkan keluar dari lingkungan pengujian (sandbox), mengakses internet, lalu menyerang perusahaan lain secara mandiri ketika menjalankan uji kemampuan siber. OpenAI menyebut kejadian itu sebagai "insiden keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyatakan investigasi masih berlangsung. 

Dilansir dari The Guardian, Rabu (29/7/2026), Chief Executive Officer Hugging Face, Clément Delangue, mendesak agar penyelidikan dilakukan dengan "transparansi yang radikal".

Menurutnya, "Serangan siber pertama oleh agen otonom merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peristiwa ini layak mendapatkan respons yang juga belum pernah terjadi sebelumnya." 

Delangue juga meminta OpenAI membuka seluruh jejak aktivitas agen AI tersebut agar dapat dipelajari komunitas riset global.

"Mari kita rilis jejak aktivitas para agen 'liar' itu sehingga seluruh komunitas peneliti dapat mempelajari apa yang sebenarnya terjadi," ujarnya. 

Selain itu, Delangue turut mengusulkan langkah konkret berupa dukungan komputasi senilai USD 100 juta, setara sekitar Rp1,807 triliun (dengan kurs Rp18.070 per dolar AS), dari OpenAI guna memperkuat pengembangan pertahanan siber berbasis AI.

Dia mengatakan, "Mari kita alokasikan dana komputasi senilai USD100 juta dari OpenAI agar komunitas Hugging Face dapat membangun pertahanan siber yang kuat menggunakan model terbuka maupun tertutup."

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore