
Ilustrasi teknologi AI. (Pinterest)
JawaPos.com - Kemampuan kecerdasan artifisial (AI) generatif, teknologi ini mampu menciptakan realitas sintetik berupa foto, video, dan suara yang tampak seperti kejadian asli. Karena semakin canggih mulai dimanfaatkan dan menimbulkan persoalan serius di dunia hukum.
Kondisi ini jadi perhatian Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Ia khawatir jika konten AI dipakai sebagai bukti di persidangan, pengadilan akan sulit pastikan keasliannya.
“Perkembangan Generative AI saat ini mampu menghasilkan apa yang kita sebut sebagai realitas sintetik dalam bentuk berbagai macam format media. Ini menjadi satu hal yang signifikan ketika kita melihat dalam proses-proses peradilan itu ada alat bukti yang diajukan berupa rekaman, video, maupun foto,” jelasnya dalam acara National Law Forum di Jakarta Pusat, dikutip Selasa (25/8).
Nezar menilai persoalan ini tidak bisa dipandang sepele. Jika konten telah dimanipulasi AI sulit dibedakan dari rekaman asli, proses pembuktian di ruang sidang akan semakin rumit.
Karena itu, mekanisme untuk memeriksa dan memastikan keaslian barang bukti sangat penting. Pengadilan perlu cara agar materi digital yang diajukan bisa dipertanggungjawabkan.
“Ini menjadi ujian yang cukup penting. Bagaimana bukti tersebut bisa meyakinkan majelis hakim? Bagaimana forum pengadilan bisa melakukan autentikasi terhadap barang bukti yang diajukan di pengadilan?” tegas Wamen Nezar.
Meski membawa tantangan, Nezar bilang AI tidak selalu ancaman bagi peradilan. Teknologi ini juga mulai dipakai untuk mempercepat pekerjaan di bidang hukum.
Salah satunya adalah Mahkamah Agung memakai AI. Teknologi ini dipakai untuk mendukung pengelolaan administrasi perkara yang jumlahnya mencapai puluhan ribu.
“Contohnya Mahkamah Agung telah memakai teknologi artificial intelligence untuk membuat semacam smart majelis untuk memproses administrasi kasus yang masuk yang jumlahnya sampai puluhan ribu,” ujar Wamen Nezar.
Menurut Nezar, AI juga membantu penyusunan analisis hukum. Teknologi ini diharapkan kurangi beban kerja administratif dan analitis supaya proses perkara lebih efisien.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
