Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 21.19 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Menkomdigi Meutya Imbau Warga Waspada dan Saring Informasi

Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam World Encounter Summit 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (4/9). (Istimewa) - Image

Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam World Encounter Summit 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di United In Diversity (UID) Bali Campus dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Jumat (4/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Di tengah penyebaran abu vulkanik dan munculnya berbagai informasi terkait erupsi, masyarakat diminta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” kata Meutya dalam keterangannya, dikutip Senin (7/9).

Gunung Anak Krakatau diketahui mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9) malam. Saat ini, status gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga. Abu vulkanik dari aktivitas erupsi juga terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Aktivitas tersebut turut berdampak pada penerbangan dengan adanya sejumlah pembatalan. Di sisi lain, isu mengenai potensi tsunami serta dentuman dan getaran yang dirasakan di sebagian wilayah Jawa Barat turut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Karena itu, Meutya meminta masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik melalui kanal resmi. Beberapa sumber yang dapat menjadi rujukan antara lain PVMBG, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

“Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misnformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan,” ungkapnya.

Meutya juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan kabar mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau apabila kebenarannya belum dipastikan.

“Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Meutya.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau maupun daerah yang terkena dampak abu vulkanik.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore