Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 22.40 WIB

Roket Jerman Isar Aerospace Tembus Orbit, Eropa Punya Penantang Baru SpaceX

Roket Spectrum milik Isar Aerospace berhasil mencapai orbit dari Norwegia, mencetak sejarah baru bagi industri antariksa komersial Eropa (Financial Times) - Image

Roket Spectrum milik Isar Aerospace berhasil mencapai orbit dari Norwegia, mencetak sejarah baru bagi industri antariksa komersial Eropa (Financial Times)

JawaPos.com - Isar Aerospace, perusahaan rintisan asal Jerman, berhasil membawa roket Spectrum ke orbit dari Andøya Spaceport, Norwegia, pada Sabtu (5/9/2026). Keberhasilan ini menjadikan Isar perusahaan komersial pertama yang berhasil melakukan peluncuran ke orbit dari daratan Eropa, sebuah capaian penting bagi upaya kawasan itu membangun kemampuan peluncuran sendiri.

Spectrum, roket dua tahap setinggi 28 meter, membawa sejumlah satelit kecil ke orbit rendah Bumi dan dirancang mengangkut muatan hingga 1.000 kilogram. Keberhasilan tersebut menjadi kemajuan besar setelah penerbangan perdana pada 2025 hanya berlangsung sekitar 30 detik. Peluncuran kedua juga sempat tertunda akibat cuaca buruk, masalah teknis, dan kapal yang berada di dekat lokasi peluncuran.

Dilansir dari Financial Times, Selasa (8/9/2026), CEO Isar Aerospace Daniel Metzler menyebut keberhasilan peluncuran tersebut sebagai sebuah terobosan. "Kami telah mencetak sejarah," kata Metzler. Menurutnya, pencapaian itu "akan membentuk masa depan strategis, ekonomi, dan teknologi Eropa." Metzler juga melihat peluang besar di tengah keterbatasan kapasitas peluncuran global yang membuat banyak satelit dan perangkat antariksa masih tertahan di Bumi.


"Kini ada perangkat keras di seluruh dunia yang secara harfiah masih tertahan di Bumi,” ujar Metzler. "Perusahaan satelit, pemerintah, semuanya berada dalam daftar tunggu hanya kepada beberapa entitas." Kondisi tersebut menjadi peluang bisnis bagi Isar. Perusahaan yang didirikan pada 2018 itu mengatakan kapasitas peluncurannya telah dipesan hingga akhir 2028, bahkan sebelum Spectrum berhasil mencapai orbit

Perusahaan bahkan menargetkan pabrik barunya di Munich mampu memproduksi hingga 40 roket per tahun. Metzler mengatakan Isar kini memiliki "jalur pesanan bernilai puluhan miliar euro" yang harus dipenuhi. Perusahaan juga berencana mengembangkan roket yang sedikit lebih besar agar dapat membawa muatan lebih berat sekaligus menekan biaya.

Langkah tersebut mempertemukan Isar dengan SpaceX milik Elon Musk, yang telah mendominasi pasar peluncuran satelit dan menekan biaya melalui skala operasinya. Namun, Metzler mengingatkan bahwa perjalanan menuju orbit tidak mudah.

"SpaceX membutuhkan empat kali percobaan untuk berhasil mencapai orbit," katanya kepada Financial Times. Bagi Isar, penerbangan kedua yang sukses karena itu merupakan pijakan awal, bukan tanda bahwa perusahaan telah menyamai kemampuan SpaceX.

Kesenjangan Eropa dengan Amerika Serikat masih besar. Pada 2025, entitas Eropa hanya mencatat tujuh peluncuran sukses ke orbit dan seluruhnya berasal dari Guyana Prancis. Amerika Serikat mencatat sekitar 180 peluncuran, sebagian besar oleh SpaceX, sedangkan Tiongkok sekitar 90. Keberhasilan Isar dari Norwegia memberikan Eropa kemampuan peluncuran orbital dari wilayah kontinennya sendiri.

Dorongan tersebut juga semakin terkait dengan pertahanan. Metzler mengatakan proporsi permintaan dari pelanggan terkait pertahanan melonjak dari sekitar 15 persen menjadi 60 persen dalam 12 bulan terakhir.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore