Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 13.00 WIB

Salip Jeff Bezos, Michael Dell Naik ke Posisi Orang Terkaya Ketiga Berkat Ledakan Server AI Dell

Michael Dell, pendiri Dell Technologies, yang kini menempati posisi orang terkaya ketiga di dunia setelah menyalip Jeff Bezos (The Guardian) - Image

Michael Dell, pendiri Dell Technologies, yang kini menempati posisi orang terkaya ketiga di dunia setelah menyalip Jeff Bezos (The Guardian)

JawaPos.com - Michael Dell untuk pertama kalinya naik ke posisi orang terkaya ketiga di dunia, menggeser pendiri Amazon Jeff Bezos. Kenaikan itu terjadi ketika saham Dell Technologies mencetak rekor setelah perusahaan membukukan lonjakan bisnis server untuk kecerdasan buatan (AI), sekaligus memperlihatkan perubahan penting dalam cara perusahaan membangun infrastruktur AI.

Dilansir dari Fortune, Rabu (9/9/2026), Dell Technologies mencatat pendapatan USD 47 miliar atau sekitar Rp826,73 triliun dengan kurs Rp17.590 per dolar AS, naik 58 persen secara tahunan. Laba per saham yang disesuaikan mencapai USD 7,04, melampaui ekspektasi sekitar USD 4,90. Pesanan server AI menembus rekor USD 60,9 miliar dalam satu kuartal, sedangkan daftar pesanan yang belum terpenuhi mencapai USD 95 miliar.

Dell kemudian menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya USD 25 miliar menjadi USD 192 miliar atau sekitar Rp3.377,28 triliun, setara pertumbuhan sekitar 70 persen. Menurut Forbes, saham Dell melonjak 1,9 persen ke rekor USD 533,88 pada penutupan 8 September. Kekayaan Dell mencapai USD 267,7 miliar, mengungguli Bezos yang berada di USD 265,2 miliar dan menempatkannya di bawah Larry Page serta Elon Musk.

Di balik capaian tersebut terdapat perubahan yang lebih strategis dalam pasar AI, yakni meningkatnya belanja perusahaan untuk sistem on-premise. Model ini berarti perusahaan membeli dan mengendalikan sendiri mesin AI yang ditempatkan di fasilitas mereka, bukan sepenuhnya menyewa daya komputasi dari penyedia pusat data seperti Amazon, Microsoft, dan Google. Dengan demikian, AI dapat ditempatkan lebih dekat dengan data perusahaan sekaligus memberikan kendali lebih besar atas keamanan, biaya, dan kekayaan intelektual.

Pergeseran tersebut tidak berarti komputasi awan kehilangan peran. Dell tetap memasok infrastruktur untuk pusat data awan publik, fasilitas kolokasi, hingga sistem hibrida. Namun, semakin banyak perusahaan ingin membawa AI kepada data, bukan sebaliknya. Tren ini semakin relevan bagi robotika dan manufaktur canggih yang menghasilkan data langsung dari dunia fisik.

CEO Amazon Andy Jassy mengatakan, "Ingat, 85 persen belanja teknologi informasi global masih berada di lingkungan on-premise."

Ada tiga pendorong utama. Data paling sensitif perusahaan, seperti berkas, kontrak, telemetri, dan rekam medis, umumnya berada di server privat. Bank, rumah sakit, kontraktor pertahanan, dan pemerintah juga membutuhkan kendali ketat atas lokasi data. Selain itu, agen AI dapat bekerja sepanjang waktu sehingga menyewa komputasi secara terus-menerus berpotensi menjadi pilihan yang mahal.

Michael Dell telah melihat persoalan tersebut sejak awal. Dalam pernyataannya pada Mei, dia mengatakan, "Risikonya adalah kehilangan kendali atas data, biaya, keamanan, kekayaan intelektual, dan kecepatan Anda."

Menurut Fortune, Dell kini memiliki lebih dari 6.500 pelanggan perusahaan untuk AI, dengan 3.300 di antaranya diperoleh dalam tiga kuartal terakhir. Pesanan server tradisional tumbuh 122 persen, sedangkan penyimpanan meningkat 26 persen.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore