Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 03.03 WIB

50 Juta Masyarakat Diproyeksikan Akses Portal Bansos, Komdigi Siapkan Uji Sistem

Menkomdigi Meutya Hafid. (Istimewa) - Image

Menkomdigi Meutya Hafid. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah bersiap memperluas penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke seluruh Indonesia pada Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, kapasitas sistem menjadi perhatian karena portal tersebut diperkirakan akan digunakan oleh sekitar 50 juta masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun menyiapkan serangkaian pengujian untuk memastikan portal mampu menghadapi tingginya trafik sekaligus tetap aman ketika mulai diterapkan secara nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan jumlah pengguna yang besar membuat kesiapan infrastruktur digital menjadi salah satu aspek yang harus dipastikan sebelum rollout nasional.

“Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,” ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (10/9).

Kemkomdigi akan melakukan stress test dan load test untuk mengetahui sejauh mana sistem dapat bertahan ketika terjadi peningkatan akses dalam jumlah besar. Pengujian tersebut dilakukan dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selain mengukur daya tampung sistem, pengujian juga diarahkan untuk memastikan aspek keamanan tetap terjaga, termasuk perlindungan terhadap data masyarakat yang menggunakan layanan tersebut.

“Kita tadi juga sudah sepakat di bawah arahan Pak Luhut untuk melakukan stress test dan load test, bekerja sama tentu dengan BSSN untuk memastikan tadi keandalannya,” kata Meutya.

Pemerintah juga mempertimbangkan pengaturan pola akses pengguna agar permintaan terhadap layanan tidak terkonsentrasi dalam waktu yang sama. Cara tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya beban berlebih pada sistem saat layanan mulai digunakan secara luas.

Hal tersebut dinilai penting mengingat gangguan pada portal ketika rollout nasional berlangsung berpotensi menghambat masyarakat dalam memperoleh layanan bansos.

Sebelum diperluas secara nasional, digitalisasi bansos telah lebih dahulu diuji melalui tahap piloting di sejumlah wilayah. Setelah proses tersebut, pemerintah menyiapkan penerapan layanan dengan cakupan yang lebih luas hingga seluruh daerah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore